Berita

Ketua IPW, Neta S Pane/Net

Politik

Dukung Cara Kerja Firli Cs, IPW: Tidak Seperti KPK Sebelumnya, Hanya Sibuk Jumpa Pers

MINGGU, 03 MEI 2020 | 10:22 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Indonesia Police Watch (IPW) mendukung cara kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) era kepemimpinan Firli Bahuri yang bekerja secara senyap dan transparan serta memajang para pelaku korupsi.

"Tidak seperti KPK sebelumnya, yang sibuk jumpa pers mentersangkakan orang tapi kasusnya tidak berjalan dan yang bersangkutan ditersangkakan bertahun-tahun tanpa ada kejelasan," ungkap Ketua IPW Neta S Pane melalui keterangan tertulisnya, Minggu (3/4)

Menurutnya, cara kerja KPK lama melanggar hak asasi manusia (HAM) dengan mengkriminalisasi, menzalimi, dan membunuh karakter.


Jika seseorang sudah jadi tersangka korupsi, lanjutnya, seharusnya segera ditahan dan kasusnya diselesaikan di pengadilan agar ada kepastian hukum.

"KPK baru jangan mau mendengarkan orang-orang syirik dan kelompok sakit hati yang kepentingannya tergusur oleh pimpinan KPK baru," tegas Neta.

IPW juga berharap, KPK di bawah pimpinan Firli Bahuri mencermati proses hukum kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melibatkan kader PDI Perjuangan Harun Masiku.

Jika sidangnya sudah selesai, Neta meminta pihak- pihak yang terbukti terlibat melakukan penyuapan harus segera ditangkap KPK, meskipun itu misalnya elite partai yang berkuasa. Ia setuju jika kemudian pelaku suap KPU itu kemudian dipajang ke publik saat jumpa pers.  

"Apa yang dilakukan KPK di Muara Enim harus menjadi yurisprudensi dalam mengembangkan kasus kasus korupsi ke depan," terang Neta.

"KPK jangan takut dengan celoteh kelompok sakit hati di tubuh KPK. Korupsi harus terus dibasmi tanpa pencitraan dan kepentingan kelompok tertentu," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya