Berita

KPK akan dalami penunjukkan vendor Kartu Prakerja/Repro

Politik

Diminta DPR Dalami Kasus Program Kartu Prakerja, Begini Penegasan KPK

RABU, 29 APRIL 2020 | 15:24 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami informasi terkait program Kartu Prakerja. Jika ditemukan bukti permulaan yang cukup, KPK akan menindaklanjuti kasus tersebut.

Begitu kata Ketua KPK, Firli Bahuri, saat menjawab pertanyaan anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, yang meminta KPK menyoroti program Kartu Prakerja saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara virtual, Rabu (29/4).

"Tentang Kartu Prakerja, informasi yang kita terima dan informasi itu kita dalami. Kalau ditemukan bukti permulaan cukup, kita kerja dan kita temukan tersangkanya," tegas Firli Bahuri.


Dalam RDP tersebut, Arteria Dahlan mengaku heran dengan proses penunjukan vendor untuk program Kartu Prakerja. Sebut saja, Ruangguru milik Adamas Belva Syah Devara, mantan Stafsus Milenial Presiden Jokowi yang mundur beberapa waktu lalu.

Kata Arteria Dahlan, lembaga antirasuah harusnya mengawasi hal ini agar tidak terjadi penyelewengan kekuasaan.

"Bagaimana delapan vendor digital tanpa tender yang diberikan kuota permen raksasa oleh pemerintah. Bagaimana bisa terjadi? Bagaimana strategi pengawasannya? Dan ini tidak cukup dengan Adamas Belva mundur. Ini korupsi," tegas Arteria Dahlan.

Politikus PDI Perjuangan ini pun mendapatkan informasi bahwa Ruangguru terdaftar sebagai perusahaan di Singapura. Karena itu, KPK sebagai lembaga antirasuah tidak boleh diam melihat proses yang terjadi dalam program Kartu Prakerja ini.

"Salah satu vendor itu (milik eks) stafsus presiden, pemilik sahamnya ada di Singapura. Begini konyolnya kita, siapa yang terlibat perlu diusut," tandas Arteria Dahlan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya