Berita

Luluk Nur Hamidah (paling kiri)/RMOL

Politik

Anggaran Kementan Dipotong Rp 7 Triliun Saat Pagebluk Covid-19, Luluk Nur Hamidah: Pemerintah Disorientasi!

SELASA, 28 APRIL 2020 | 17:54 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Luluk Nur Hamidah mengkritik keras kebijakan Pemerintahan Joko Widodo yang memotong anggaran Kementerian pertanian hingga di angka Rp 7 Triliun.

Pemotongan itu, kata politisi PKB itu tidaklah tepat di tengah ancaman kebutuhan pangan dalam negeri akibat pagebluk wabah virus corona baru (Covid-19).

"Pemerintah kehilangan fokus dan disorientasi, harusnya politik anggaran berpihak untuk pangan, produksi pangan dan ketersidaan pangan. Tapi yang terjadi malah anggaran Kementan dipotong Rp 7 T. Sementara petani tetap turun ke sawah, apa dukungan untuk mereka?" demikian kata Luluk Nur Hamidah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa sore (28/4).


Lebih lanjut Ketua DPP PKB bidang Hubungan Luar negeri ini mempertanyakan, siapa pihak yang akan menyediakan pangan kalau anggaran Kementan justru dipotong.

Sebagai legislator di daerah berbasis pertanian (Karanganyar, Sragen, Wonogiri), dirinya menyayangkan jika nantinya pemerintah mengandalkan impor untuk mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri.

"Semua negara pasang kebijakan untuk pangan, aman untuk kebutuhan dalam negeri masing-masing. Kita harusnya fokus memperbesar produksi pangan bukan malah anggarannya dipotong," tegas Luluk.

Perempuan yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia (KPPRI) ini meminta, pemerintah harus fokus meningkatkan produksi dan penyerapan hasil pertanian.

"Anggaran Rp 14 T yang tersisa harusnya fokus pada komponen yang mendukung produktivitas. Itu harusnya dijaga dan anggarannya ditambah," demikian kata Luluk.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

ANTAM Salurkan Ratusan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Operasional

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:11

Purbaya Tak Tahu Menahu Anggaran Rp100 Miliar untuk Sapi Kurban Prabowo

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:10

Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27-28 Mei, Momen Cek Arah Kiblat

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:02

Erdogan Serukan Solidaritas untuk Gaza dalam Pesan Iduladha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 | 14:02

Menkes Ungkap Penyebab Kolesterol Naik Setelah Makan Daging Kambing

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:57

Warga Pati Jadi Korban Penipuan Masuk Akpol Bayar Rp1,5 Miliar

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:37

Politisi PDIP Minta Indonesia Serius Tangani Regulasi Soal AI

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:25

Putusan MK Momentum Benahi Kaderisasi Politik Perempuan

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:20

Bandar Sabu Ngamuk saat Ditangkap, Polisi Kena Tusuk

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:15

Arus Kendaraan Melonjak Hampir 9 Persen, Jalur Trans Jawa-Bandung Paling Padat

Rabu, 27 Mei 2026 | 13:11

Selengkapnya