Berita

Ubedilah Badrun/RMOL

Politik

Soal Penangkapan Aktivis, Ubedilah Badrun: Indeks Demokrasi Indonesia Bisa Memburuk

JUMAT, 24 APRIL 2020 | 17:13 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penangkapan sejumlah aktivis oleh aparat kepolisian belakangan ini dinilai bisa berdampak buruk terhadap indeks demokrasi di Indonesia.

Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (Cespels), Ubedilah Badrun, mengaku terkejut dengan penangkapan para aktivis yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Aktivis yang dimaksud Ubedilah ialah tiga mahasiswa bernama Ahmad Fitron Fernanda, M. Alfian Aris Subakti, dan Saka Ridho atas tuduhan vandalisme yang kemudian melebar menjadi penghasutan.


"Saya terkejut dengan adanya penangkapan aktivis. Kelirunya ternyata ada yang ditangkap oleh polisi tanpa surat penangkapan. Tindakan penahanan itu tidak mencerminkan profesionalitas polisi sebagai penegak hukum yang melakukan tindakan penangkapan dan penahanan tidak sesuai aturan," ucap Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (24/4).

Selain ketiga mahasiswa tersebut, lanjut Ubedilah, beberapa hari lalu polisi juga menangkap satu aktivis lagi. Yakni Ravio Patra yang ditangkap oleh Polda Metro Jaya pada Rabu malam (22/4).

Ravio ditangkap setelah akun WhatsAppnya diretas. Setelah berhasil dipulihkan, ternyata selama diretas akun WhatsApp Ravio digunakan pelaku peretas untuk menyebarkan pesan bernada provokatif.
 
"Meski Ravio baru saja dikeluarkan dari kantor polisi tapi perkaranya masih berlanjut. Ravio kemungkinan akan menjadi saksi dulu. Proses ini memungkinkan munculnya tafsir kriminalisasi terhadap para aktivis yang kritis," kata Ubedilah.

Analis sosis politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini melihat fenomena penangkapan para aktivis tersebut menunjukkan adanya kepanikan yang berlebihan dari aparat terhadap ekspresi kritis para aktivis. Apalagi, penangkapan tidak disertai surat penangkapan.

"Tentu langkah berlebihan aparat ini jika makin meluas bisa menjadi semacam teror bagi aktivis. Dan ini bisa berdampak buruk pada demokrasi di Indonesia. Implikasi buruknya adalah indeks demokrasi Indonesia akan semakin memburuk karena hak-hak sipil untuk menyatakan pendapat atau berekspresi terganggu," terang Ubedilah.

"Oleh karena itu sebaiknya langkah-langkah semacam itu tidak menjadi kecenderungan. Ini juga merugikan negara dalam perspektif demokrasi. Apalagi di era demokrasi digital saat ini, dengan mudah dunia internasional memantau praktik demokrasi di Indonesia," pungkas Ubedilah.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya