Berita

Saksi untuk terdakwa Saeful Bahri dalam sidang kasus suap KPU/RMOL

Hukum

Akui Terima Uang Rp 170 Juta Dari Saeful Bahri Melalui Geri, Donny Tri Istiqomah: Bukan Biaya Operasional, Tapi Jasa

KAMIS, 23 APRIL 2020 | 18:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tim hukum DPP PDIP, Donny Tri Istiqomah mengaku menerima uang Rp 170 juta dari terdakwa Saeful Bahri sebagai biaya jasa karena telah melakukan kajian hukum untuk Judicial Review dari DPP PDIP ke Mahkamah Agung terkait keputusan KPU.

Pengakuan itu disampaikan Donny saat menjadi saksi untuk terdakwa Saeful Bahri yang juga merupakan kader PDIP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melalui video telekonferensi dari kediamannya, Kamis (23/4).

"Kalau saudara sendiri pernah menerima dari Saeful nggak yang disampaikan sebagai biaya operasional?," tanya Jaksa kepada Donny.


Donny pun mengakui menerima uang Rp 170 juta sebagai biaya jasa atas kajian hukum yang pernah ia lakukan dalam proses pergantian anggota DPR RI terpilih 2019-2024 dari Riezky Aprilia kepada Harun Masiku.

"Ya waktu yang Rp 170 (juta) itu saya mendapatkan WA dan telfon, bukan biaya operasional kalau saya, karena kesepakatan saya akan diberikan uang jasa untuk kajian hukum, ya saya terima dan akhirnya diberikan Rp 170 (juta)," ucap Donny.

Uang Rp 170 juta itu kata Donny, diserahkan oleh seorang yang bernama Geri. Geri sendiri yang mempunyai nama asli Patrick juga menjadi saksi pada hari ini.

"Geri ngasih saya Rp 170 (juta), nah Rp 170 (juta) itu saya belah, seingat saya Rp 120 (juta) pecahan Rp 100 ribu yang Rp 50 juta pecahan Rp 50 ribu," kata Donny.

Usai menerima uang itu, Donny langsung memasukkan uang senilai Rp 100 juta ke rekening pribadinya. Sedangkan Rp 70 juta dikasih kepada bendahara untuk kas kecil tik hukum DPP PDIP.

"Rp 100 (juta) saya masukkan rekening saya dan yang Rp 70 (juta) buat operasional buat 12 orang (tim hukumnya) itu untuk kas kecil, bahasanya untuk rokok, makan," tuturnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya