Berita

Edhie Baskoro Yudhoyono/Net

Politik

Demokrat Tolak Sementara Seluruh Pembahasan RUU Yang Tidak Berkaitan Dengan Penanganan Covid-19

RABU, 22 APRIL 2020 | 11:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Fraksi Partai Demokrat DPR RI menolak sementara waktu semua pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) yang tidak berkaitan dengan upaya penyelesaian pandemik Covid-19.

Fraksi Demokrat menolak membahas RUU apapun yang tidak berkaitan dengan penanganan Covid-19. Termasuk, pemabahasan RUU Cipta Kerja (Ciptaker) dengan sitem omnibus law, RUU Haluan Ideologi Pancasila, hingga RUU Minerba yang masih dibahas hingga saat ini.

Demikian ditegaskan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4).


"Demokrat sekali lagi tidak apriori membahas RUU apapun; apakah itu RUU Omnibus Law Ciptaker, RUU Haluan Ideologi Pancasila & RUU Minerba. Akan tetapi kita harus bijak melihat situasi saat ini," kata Ibas sapaan akrab putra bungsu SBY itu.

Dia menilai usulan-usulan pembahasan RUU harus sesuai dengan kebutuhan rakyat yang saat ini masih menghadap wabah Covid-19. Terlebih, situasi sosial dan ekonomi masyarakat terancam memburuk pada kondisi saat ini.

"Agar produk UU yang akan disahkan tersebut sesuai keperluan publik dan rakyat. Bisa saja usulan-usulan tersebut belum diperlukan saat ini. Demikian sebagai perhatian kita bersama," tegas Ibas.

Atas dasar itu, kata Ibas, Fraksi Partai Demokrat mengajak pemerintah untuk serius dan lebih bijak menyelesaikan pandemik Covid-19 yang perkembangan kasusnya terus mengalami eskalasi.

Per Selasa kemarin, total pasien positif Covid-19 menjadi 7.135 orang. Angka itu bertambah 375 kasus positif corona dari hari sebelumnya. Adapun total meninggal dunia sebanyak 616 orang.

"Mari kita bersama curahkan pikiran, tenaga dan perhatian untuk mengurangi dampak virus corona, gotong royong bantu rakyat dan pemerintah," demikian Ibas.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya