Pengamat Komunikasi Politik Ari Junaedi menyarankan sebaiknya Belva Delvara fokus membesarkan plafform Ruang Guru. Hal itu akan lebih terpuji.
"Fokus membesarkan platform Ruang Guru akan menjadi terpuji ketimbang menghadapi cibiran dan tuduhan KKN atas terpilihnya Ruang Guru sebagai pelaksana pelatihan pra kerja," ujar Ari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/4).
Ari mengapresiasi langkah pengunduran diri Belva sebagai staf khusus milenial presiden, walau keputusan itu sudah sangat terlambat.
"Walau saya anggap terlambat, namun saya memberi apresiasi positif atas pilihan mundur dari Belva. Berjuang untuk merah putih tidak harus berada di lingkungan Istana tetapi berkiprah nyata di masyarakat," kata Ari.
Sebelumnya, Adamas Belva Devara membuat pernyataan mengundurkan diri dari posisi Staf Khusus Presiden Joko Widodo. Belva mengundurkan diri berkaitan dengan terpilihnya Ruang Guru, perusahaan yang didirikan dan dipimpinnya, sebagai mitra program Kartu Prakerja.
"Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020," tulis Belva di akun Instagram miliknya, Selasa (21/4).
Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO) memberikan keterangan, bahwa Belva telah memberi pernyataan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan dalam terpilihnya Ruang Guru.
Sebab, proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku dan pemilihan mitra pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja.
"Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin membuat polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan," kata Belva.
Belva pun berterima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memahami dan menerima pengunduran dirinya.