Berita

Deteksi suhu tubuh/Net

Publika

Indonesia Harus Tuntut China

RABU, 22 APRIL 2020 | 07:15 WIB

ADA 40 negara diantaranya Inggris, India, Jerman dan Amerika menuntut negara China untuk mengganti kerugian akibat kelalaian China menginformasikan wabah yang bermula di Wuhan dan menyebar ke seluruh dunia.

Gugatan yang diajukan melalui pengadilan di Amerika ini tentu menarik untuk menguak sebab dan upaya mencegah penyebaran.

Sejalan dengan tuntutan tersebut PBB didesak pula untuk membentuk tim penyelidik independen untuk meneliti awal dari munculnya wabah.Penyelidikan ini penting agar isu atau tuduhan penyebab penyebaran yang simpang siur dapat terklarifikasi.


Dunia harus mendapatkan informasi akurat mengenai wabah Covid-19 ini seterang-terangnya. Agar ke depan jika terjadi potensi wabah dapat lebih dini diantisipasi.

China yang misterius dan banyak menyembunyikan data dan fakta layak untuk  dihukum. Apalagi jika terjadi kelalaian atau kesengajaan. Terlalu banyak kerugian dunia akibat cara China menangani dan pola informasi yang dilakukannya.

Gugatan "perdata" ganti rugi dan penyelidikan komisi independen PBB layak dan bagus untuk dilakukan. Negara negara terdampak harus mendukung.

Indonesia tidak boleh tinggal diam. Pemerintah dan Rakyat telah dirugikan. Korban terjangkit maupun meninggal cukup banyak. Ekonomi rakyat ambruk. Pertumbuhan ekonomi negara amblas. Menteri Keuangan menangis meraung raung. Presiden bikin Perppu yang berpeluang menggasak uang negara. Tindak kriminal meningkat akibat tahanan dilepas. Semua adalah kerugian yang nyata.

Pemerintah dan atau masyarakat terdampak berhak menggugat. Swasta seperti pengusaha real estate di Croydon dekat London Selatan bisa menggugat. Demikian juga Lorraine Caggiano administrator dari New York. Bila perlu tuntutan dilakukan bersama sama ribuan penggugat dari 40 negara yang menggugat melalui Pengadilan di Amerika.

Negara RI harus mendukung desakan agar PBB membentuk Komisi Penyelidik Internasional. Bongkar keadaan sebenarnya dari penyebab wabah China ini apakah pasar hewan, bocor laboratorium atau mungkin ada skenario lain yang sengaja berniat mengguncangkan dunia baik dilakukan oleh China maupun negara lain.

China harus diberi pelajaran. Sifat atau karakter hegemonik ekonomi dan pengusahanya di seluruh dunia ternyata diikuti oleh virus negerinya. Ini adalah pembunuhan masal. Indonesia harus lakukan social and political distancing dengan negara China. Rakyat sudah sangat khawatir dan keberatan dengan peran RRC bersama warga negara diaspora yang "menguasai" aset dan ekonomi bangsa Indonesia.

Saatnya tuntut ganti rugi dan dukung penyelidikan PBB. Indonesia juga korban. Jangan biarkan China bebas tanggung jawab, berkacak pinggang dan tetap merasa jumawa. Bagai Kaisar yang seenaknya memperbudak bangsa pribumi.

China tuntut jangan takut Luhut.

M Rizal Fadillah

Pemerhati politik

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya