Berita

Anggota DPR dari Fraksi PPP, Elly Rachmat Yasin/RMOL

Politik

PPP: Ketimbang Impor Jutaan Ton, Garam Rakyat Harus Lebih Diberdayakan

SELASA, 21 APRIL 2020 | 15:51 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PPP, Elly Rachmat Yasin menyayangkan adanya 1,8 juta ton garam rakyat yang masih belum terserap oleh salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) UMN yakni PT. Garam.

Akibatnya, saat ini banyak garam rakyat justru terbuang percuma.

“Ironisnya, hampir setiap tahun impor garam mencapai 2,2 ton hingga 2,7 juta melalui puluhan perusahaan. Bahkan importasi garam ini akan terus berlanjut seiring dengan tuntutan kebutuhan garam oleh industri dalam negeri,” kata Elly, Selasa (21/4).


Kondisi ini membuat produksi garam rakyat sulit berkembang dan para petani semakin terpuruk. Padahal seharusnya ada sinergi antara petani garam dengan PT Garam.

Elly menjelaskan, garam rakyat sering disebut kalah kualitas dengan garam impor karena kadar klorida (NaCl) garam rakyat di bawah 95 persem. Begitu juga dengan kadar magnesium, kalsium, dan lainnya yang juga masih di bawah garam impor.

Legislator Dapil Kabupaten Bogor ini menyatakan, pemerintah dan PT Garam seharusnya bersinergi agar kualitas garam milik petani semakin baik.

Apalagi Indonesia memiliki garis pantai mencapai 99.093 kilometer, angka ini lebih panjang dibanding garis pantai negara-negara asal garam impor. Australia hanya memunyai panjang garis pantai 25.760 kilometer, Selandia Baru hanya 15.134 kilometer.

“Akhirnya para petani petani garam Indonesia identik sebagai orang miskin. Mereka seolah tak terurus, termarjinalkan dan tergerus oleh lezatnya garam impor. Hal itu dikarenakan minimnya pembinaan dan pemberdayaan pemerintah dan BUMN kepada petani garam,” jelas Elly.

Elly mengulas  tentang Undang-undang 7/2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidayaan Ikan, dan Petambak Garam. Di dalamnya ditegaskan bahwa pentingnya perlindungan dan pemberdayaan kepada petani garam.

“Dalam masa pandemik Covid-19 mestinya PT Garam (Persero) juga melakukan mitigasi terhadap dampak yang dialami oleh para petani garam. Harus ada upaya penanganan khusus agar petani garam merasakan hadirnya negara di tengah-tengah mereka,” pungkas  Elly.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya