Berita

Turki/Net

Dunia

Dianggap Sebagai Kampanye, Pemerintah Turki Larang Partai Oposisi Beri Bantuan Kemanusiaan Pada Rakyat

SELASA, 21 APRIL 2020 | 10:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Turki, melalui Kementerian Dalam Negerinya melakukan penyelidikan atas dugaan kampanye melalui bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada masyarakat oleh partai oposisi.

Walikota Istanbul, Ekrem İmamoğlu dan Walikota Ankara, Mansur Yavaş yang berasal dari Partai Rakyat Republik (CHP) tengah diselidiki atas penyalahgunaan bantuan kemanusiaan.

Selain keduanya, pemerintah Kota Metropolitan Adana juga tengah diselidiki. Di mana Kementerian Kesehatan telah menyegel Rumah Sakit Lapangan, RS Sahra Hastanesi yang telah disiapkan oleh Walikota Adana, Zeydan Karalar yang bekerjasama dengan CHP.


RS dengan 1.000 tempat tidur tersebut padahal merupakan rumah sakit lapangan pertama yang didirikan di Turki untuk menangani pasien Covid-19, seperti dilansir Boldmedya, Sabtu (18/4).

Dalam sebuah pernyataan Direktorat Kesehatan provinsi Adana, peerintah menyegel RS Sahra Hastanesi karena sanitasinya yang tidak layak untuk perawatan kesehatan.

Di sisi lain, pemerintah sendiri padahal tengah kewalahan dengan kasus Covid-19 yang terus melonjak. Hingga hari ini, Selasa (21/4), kasus corona di Turki sudah melebihi 90 ribu dengan lebih dari 2.100 orang meninggal dunia. Dengan angka tersebut, Turki telah melewati Iran menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di Timur Tengah.

Tentu bukan hanya itu yang dilakukan pemerintah. Pasalnya, dilaporkan Turkisminute, Sabtu (18/4), pemerintah juga melarang adanya pembagian roti gratis yang dilakukan oleh CHP di Kota Mersin.

Sementara rakyat sendiri kesusahan karena pemberlakuan ja, malam yang mulai diberlakukan sejak akhir pekan di 31 kota besar untuk membendung penyebaran.

Langkah itu lagi-lagi sebagai bentuk protes dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang merupakan partai yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menanggap langkah CHP adalah sebuah kampanye.

Alih-alih memberi roti gratis, pemerintah menjual rote seharga 50 kuruÅŸ dari harga awalnya yang 75 kuruÅŸ di toko roti yang dikelola pemerintah kota.

Kebijakan Erdogan terkait diskriminasi pembebasan tahanan penjara juga ikut dikritik. Pasalnya, para koruptor, pejuang ISIS, pemerkosa, dan penjahat dibebaskan, sementara para tahanan politik yang kritis tidak.

Salah satunya adalah mereka yang dituding mendukung ulama Turki, Fethullah Gulen yang sampai saat ini belum dibebaskan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya