Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule dan aktivis senior, Hariman Siregar/Net

Politik

Ketua ProDEM: Refly Harun Yang Berintegritas Dicopot, Giliran Stafsus Dibela

SENIN, 20 APRIL 2020 | 16:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kontroversi kembali dilakukan pemerintah. Kali ini berkaitan dengan penunjukan para pejabat yang tidak berdasarkan standar yang jelas.

Begitu kata Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menanggapi pencopotan Refly Harun sebagai komisaris PT Pelabuhan Indonesia I atau Pelindo I (Persero) oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Baginya, pencopotan itu merupakan contoh dari kebodohan para pemimpin di negeri ini. Hal tersebut lantaran Refly Harun sebagai pakar hukum tata negara merupakan orang yang berintegritas tinggi.
 

 
“Ini contoh kebodohan pemimpin. Yang cerdas, jujur, dan berintegritas dicopot,” kesalnya kepada redaksi, Seni (20/4).

Ketua DPP Partai Gerindra itu lantas membandingkan apa yang dilakukan pemimpin negeri pada para staf khusus milenial yang belakangan menyita perhatian publik.

Mulai dari dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi, Andi Taufan Garuda Putra. Bos Amartha itu membuat surat dengan menggunakan kop Sekretariat Kabinet (Setkab) kepada para camat untuk menitipkan perusahaannya dalam giat relawan desa.

Selain diduga melakukan maladministrasi, Andi Taufan juga diduga kuat melakukan abuse of power dan melanggar etika conflict of interest. Sementara yang dilakukan pemerintah hanya memaklumi.

Bukan hanya Andi Taufan yang jadi sorotan. Adamas Belva Syah Devara juga dikritisi. Kali ini dugaan nepotisme yang dialamatkan lantaran perusahaanya, Ruang Guru, menjadi salah satu aplikator Program Kartu Prakerja. Anggaran untuk aplikator digadang mencapai Rp 5,6 triliun.

“Stafsus milenial yang guncang kas negara kok malah dibela dan dipertahankan,” sindir Iwan Sumule.  

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya