Berita

Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne/Net

Dunia

Ikuti Jejak AS, Australia Mulai Vokal Atas Kritik Tidak Transparannya China Mengenai Covid-19

MINGGU, 19 APRIL 2020 | 14:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Selain Amerika Serikat, Australia sudah mulai vokal menunjukkan kritiknya terhadap transparansi China atas pandemik virus corona baru (Covid-19).

Dalam sebuah wawancara pada Minggu (19/4), Menteri Luar Negeri Marise Payne mengungkapkan kekhawatirannya perihal transparansi pemerintah China yang dianggapnya telah pada titik tertinggi.

"Masalah-masalah seputar virus corona adalah masalah untuk tinjauan independen, dan saya pikir penting bagi kita untuk melakukan itu. Faktanya, Australia benar-benar bersikeras akan hal itu," ujar Payne seperti dimuat Reuters.


"Kepercayaan saya pada China didasarkan pada jangka panjang. Kekhawatiran saya adalah tentang transparansi dan memastikan bahwa kami dapat terlibat secara terbuka," tambahnya.

Keinginan Australia untuk ikut melakukan pernyelidikan atas asal-usul dan penyebaran virus corona baru sendiri muncul di tengah tegangnya hubungan negeri kanguru tersebut dengan China.

Australia sendiri khawatir dan menuding China melakukan campur tangan atas urusan dalam negerinya. Itu, menurut Australia, adalah sebuah bukti dari pengaruh China yang mulai tumbuh di Asia Pasifik.

Seruan Australia itu juga muncul di tengah perseteruan antara China dan Amerika Serikat, khususnya Presiden Donald Trump atas hal yang sama.

Trump dan pemerintahannya menuding China telah berlaku kurang transparan setelah wabah corona pecah. Pada Sabtu (18/4), Trump bahkan memperingatkan China akan adanya konsekuensi jika terbukti negeri tirai bambu itu bertanggung jawab atas sumber virus.

Hingga saat ini, Australia sudah mulai berhasil mengendalikan wabah. Di mana tingkat peningkatan kasus baru di Australia menyusut menjadi di bawah 1 persen selama sepekan. Pada Minggu, pemerintah melaporkan adanya 6.586 kasus dengan 71 orang meninggal dunia.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya