Berita

Presiden Donald Trump/Net

Dunia

Jika China Terbukti Bertanggung Jawab Atas Sumber Virus Corona, Trump: Akan Ada Konsekuensinya

MINGGU, 19 APRIL 2020 | 14:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perseteruan Amerika Serikat dan China makin menjadi-jadi. Presiden Donald Trump pada akhirnya memberikan sebuah pernyataan keras.

Trump memperingatkan bahwa China akan mendapatkan konsekuensinya jika terbukti bertanggung jawab atas pandemik virus corona baru (Covid-19) yang melanda dunia saat ini.

"Itu bisa saja dihentikan di China. Dan sekarang seluruh dunia menderita karenanya," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Sabtu (18/4).


Setelah memberikan pernyataan itu, Trump kemudian ditanya apakah China akan diberi "balasan" atas pandemik Covid-19.

"Jika mereka secara sadar bertanggung jawab, tentu saja. Jika itu adalah kesalahan, kesalahan tetap kesalahan," ujar Trump seperti dimuat CNA.

"Tetapi jika mereka secara sadar bertanggung jawab, ya, maka harus ada konsekuensinya," lanjut Trump.

"Apakah itu kesalahan yang lepas kendali atau itu dilakukan dengan sengaja? Itu perbedaan besar antara keduanya," imbuhnya.

Kendati begitu, apa pun kesalahan yang dilakukan oleh China, sengaja atau tidak, atas munculnya pandemik yang telah menewaskan lebih 160 ribu orang, China tetap harus tetap terbuka.

"Bagaimanapun mereka seharusnya membiarkan kita masuk. Kami meminta masuk lebih awal. Dan mereka tidak ingin kami masuk. Kurasa mereka tahu itu sesuatu yang buruk dan mereka malu," tutur Trump.

"Mereka mengatakan sedang melakukan penyelidikan. Jadi, mari kita lihat apa yang terjadi dengan investigasi mereka. Tapi kami juga melakukan investigasi," tegasnya.

Sebelumnya, pemerintahan Trump menyatakan masih ada kemungkinan bahwa virus corona baru berasal dari sebuah laboratorium dengan tingkat keamnan tertinggi di Wuhan.

Merespons hal tersebut, jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian yang sebelumnya menuding militer AS mungkin memang virus corona baru ke China, kemudian menolaknya. Ia mengatakan tudingan tersebut tidak berlandaskan bukti dan ilmiah.

Selain sumber Covid-19, Trump juga meragukan angka resmi dari jumlah infeksi di China yang hanya menderita 0,33 kematian per 100 ribu orang. Di sisi lain, AS memiliki 11,24 kematian per 100 orang, Prancis 27,92 dan Spanyol 42,81.

"Jumlahnya tidak mungkin. Itu angka yang mustahil untuk didapatkan," ujar Trump.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya