Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Duh! Alasan Di Balik Lambatnya Tes Covid-19 Di Amerika Serikat Ternyata Adanya Kontaminasi Di Laboratorium

MINGGU, 19 APRIL 2020 | 13:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah laporan dari The Washington Post cukup menyita perhatian dengan menyatakan telah terjadi kesalahan praktik yang mengakibatkan kontaminasi dalam pengujian Covid-19 di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Dalam laporan yang dirilis pada Sabtu (18/4) tersebut, dilaporkan bahwa penundaan tes yang dilakukan oleh pemerintah karena terjadi gangguan ilmiah di lab pusat CDC.

Di mana regulator dan para ilmuan pemerintah federal mengatakan,  fasilitas CDC  telah melanggar praktik manufaktur yang mengakibatkan kontaminasi salah satu dari tiga komponen tes yang digunakan dalam proses deteksi.


Atas insiden tersebut, telah terjadi keterlambatan dalam pengujian Covid-19 yang pada akhirnya bisa menghambat upaya untuk menghentikan penyebaran virus tersebut.

Dimuat CGTN, kerusakan pertama ditemukan pada akhir Januari, ketika CDC mengirim batch pertama yang terdiri dari 24 test kit dari laboratorium kesehatan masyarakat setempat di seluruh negeri.

Dari 26, sebanyak 24 di antaranya hasilnya dinyatakan positif palsu, yang memicu kekhawatiran akan akurasi tes tersebut.

Seorang ilmuwan federal senior yang meninjau pengembangan kit dan dokumentasi uji internal mengatakan bahwa hasil positif palsu terjadi selama pengujian sampel kontrol negatif yang mengandung air murni tanpa bahan genetik.

Jurubicara CDC, Benjamin N. Haynesm mengatakan masalah itu mungkin disebabkan oleh desain dan atau manufaktur atau kemungkinan kontaminasi.

Saat ini, ia mengaku, pihak Departemen Kesehatan dan layanan Kemanusiaan tengah mendalami persoalan tersebut.

Sementara itu Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) menyimpulkan, hal tersebut terjadi karena kesalahan praktik manufaktur.

"Sangat penting bahwa tes yang digunakan bekerja, karena hasil yang salah juga dapat berkontribusi pada penyebaran Covid-19," kata FDA.

"Ini benar-benar tanda hitam yang mengerikan pada CDC, dan dampaknya menghancurkan bagi negara," ujar seorang ahli virolog yang juga mentan petugas CDC, James Le Duck.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya