Berita

Inggris lockdown/Net

Dunia

Perpanjang Lockdown, Menlu Inggris: Kita Sudah Terlalu Jauh Dan Mengorbankan Banyak Orang

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 10:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Inggris memperpanjang lockdown atau penguncian secara nasional selama setidaknya tiga pekan ke depaan untuk mencegah penyebaran virus corona baru (Covid-19) lebih lanjut.

Pengumuman itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Dominic Raab pada Kamis (16/4), yang mewakili Perdana Menteri Boris Johnson yang masih memulihkan diri dari Covid-19 yang dideritanya.

Sebelum mengumumkan perpanjangan penguncian, Raab juga memimpin pertemuan darurat untuk mengevaluasi secara ilmiah pengaruh dari penguncian.


"Berdasarkan saran ini, pemerintah telah memutuskan bahwa langkah-langkah saat ini harus tetap dilakukan setidaknya selama tiga pekan ke depan," ujar Raab seperti dimuat Reuters.

"Melonggarkan salah satu tindakan yang saat ini dilakukan akan berisiko merusak kesehatan masyarakat dan ekonomi," tambahnya.

"Kita sudah terlalu jauh, kita sudah kehilangan terlalu banyak orang yang dicintai, kita sudah mengorbankan terlalu banyak untuk meredakan (penyebaran) saat ini, terutama ketika kita mulai melihat bukti bahwa upaya kita membuahkan hasil," terang Raab.

Saat ini, Inggris menjadi negara dengan angka kematian akibat Covid-19 tertinggi kelima di dunia, setelah Amerika Serikat, Italia, Spanyol, dan Prancis.

Di mana virus corona baru telah membunuh 13.729 orang Inggris. Angka tersebut sebenarnya kemungkinan lebih besar karena hanya mencakup kematian di rumah sakit.

Dengan adanya perpanjangan penguncian, berarti warga Inggris masih diharuskan untuk tetap tinggal di rumah, kecuali untuk berbelanja kebutuhan dasar dan medis.

Sebelumnya, Inggris pertama kali memberlakukan kuncian pada 23 Maret untuk tiga minggu pertama. Menurut para penasihat medis, saat ini tingkat penularan virus corona di Inggris sudah berada di angka di bawah 1, sejak penguncian dilakukan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya