Dampak ekonomi global yang dipicu oleh pandemik virus corona baru (Covid-19) bisa mengakibatkan ratusan ribu anak meninggal dan puluhan juta lainnya jatuh ke dalam kemiskinan ekstre,.
Demikian laporan dari PBB pada Kamis (16/4). Di mana PBB mengatakan, hampir 369 juta anak di 143 negara yang mengandalkan makanan sekolah untuk sumber nutrisi harus mencari makan di tempat lain.
"Kita harus bertindak sekarang atas setiap ancaman ini terhadap anak-anak kita," ujar Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres seperti dilansir Reuters.
“Para pemimpin harus melakukan segala daya mereka untuk melindungi dampak pandemik. Apa yang bermula sebagai darurat kesehatan masyarakat telah berubah menjadi ujian besar bagi janji global untuk tidak meninggalkan siapa pun di belakang," tambahnya.
Hingga saat ini, virus corona baru yang pertama kali muncul di Wuha, China, sudah menginfeksi lebih dari 2 juta orang dan menewaskan 138 ribu jiwa di 213 negara dan wilayah.
Jika dibandingkan, anak-anak yang terinfeksi memang cenderung memiliki gejala yang ringan dari orang dewasa. Namun, kesulitan ekonomi yang dialami keluarga sebagai akibat penurunan ekonomi global bisa mengakibatkan ratusan ribu anak meninggal pada 2020.
"Membalikkan kemajuan 2 hingga 3 tahun terakhir dalam mengurangi kematian bayi dalam satu tahun," tulis laporan tersebut.
PBB mengatakan, sekitar 42 hingga 66 juta anak juga dapat jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem akibat krisis. Angka itu menambah 386 juta anak yang diperkirakan sudah berada di kemiskinan ekstrem pada 2019.
Berdasarkan laporan tersebut, 188 negara telah memberlakukan penutupan sekolah yang mempengaruhi lebih dari 1,5 miliar anak-anak.
"Lebih dari dua pertiga negara telah memperkenalkan platform pembelajaran jarak jauh nasional, tetapi di antara negara-negara berpenghasilan rendah, porsinya hanya 30 persen," lanjut laporan tersebut.
Dengan ditutupnya bisnis dan lebih dari satu miliar orang disuruh tinggal di rumah untuk menghindari penyebaran virus, Dana Moneter Internasional (IMF) telah memprediksi dunia akan mengalami penurunan ekonomi tertajam pada 2020 sejak Great Depression tahun 1930-an.