Berita

Anak-anak/Net

Dunia

PBB: Dampak Pandemik Bisa Buat Ratusan Ribu Anak Meninggal Dan Puluhan Juta Lainnya Jatuh Miskin

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 08:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dampak ekonomi global yang dipicu oleh pandemik virus corona baru (Covid-19) bisa mengakibatkan ratusan ribu anak meninggal dan puluhan juta lainnya jatuh ke dalam kemiskinan ekstre,.

Demikian laporan dari PBB pada Kamis (16/4). Di mana PBB mengatakan, hampir 369 juta anak di 143 negara yang mengandalkan makanan sekolah untuk sumber nutrisi harus mencari makan di tempat lain.

"Kita harus bertindak sekarang atas setiap ancaman ini terhadap anak-anak kita," ujar Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres seperti dilansir Reuters.


“Para pemimpin harus melakukan segala daya mereka untuk melindungi dampak pandemik. Apa yang bermula sebagai darurat kesehatan masyarakat telah berubah menjadi ujian besar bagi janji global untuk tidak meninggalkan siapa pun di belakang," tambahnya.

Hingga saat ini, virus corona baru yang pertama kali muncul di Wuha, China, sudah menginfeksi lebih dari 2 juta orang dan menewaskan 138 ribu jiwa di 213 negara dan wilayah.

Jika dibandingkan, anak-anak yang terinfeksi memang cenderung memiliki gejala yang ringan dari orang dewasa. Namun, kesulitan ekonomi yang dialami keluarga sebagai akibat penurunan ekonomi global bisa mengakibatkan ratusan ribu anak meninggal pada 2020.

"Membalikkan kemajuan 2 hingga 3 tahun terakhir dalam mengurangi kematian bayi dalam satu tahun," tulis laporan tersebut.

PBB mengatakan, sekitar 42 hingga 66 juta anak juga dapat jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem akibat krisis. Angka itu menambah 386 juta anak yang diperkirakan sudah berada di kemiskinan ekstrem pada 2019.

Berdasarkan laporan tersebut, 188 negara telah memberlakukan penutupan sekolah yang mempengaruhi lebih dari 1,5 miliar anak-anak.

"Lebih dari dua pertiga negara telah memperkenalkan platform pembelajaran jarak jauh nasional, tetapi di antara negara-negara berpenghasilan rendah, porsinya hanya 30 persen," lanjut laporan tersebut.

Dengan ditutupnya bisnis dan lebih dari satu miliar orang disuruh tinggal di rumah untuk menghindari penyebaran virus, Dana Moneter Internasional (IMF) telah memprediksi dunia akan mengalami penurunan ekonomi tertajam pada 2020 sejak Great Depression tahun 1930-an.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya