Berita

Orang mengenakan masker untuk meminimalisir infeksi virus corona baru/Net

Dunia

Jurnal Science: Semua Orang Harus Terus Terapkan Jaga Jarak Atau Covid-19 Bisa Bangkit Pada 2025

RABU, 15 APRIL 2020 | 12:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aturan social distancing atau jarak sosial untuk menghentikan mata rantai penyebaran virus corona mungkin harus terus dilakukan setidaknya hingga dua tahun mendatang.

Para ilmuan mengatakan, langkah itu sangat diperlukan mengingat adanya kekhawatiran akan kebangkitan Covid-19 di tahun-tahun mendatang.

Seruan para ilmuan tersebut tertulis dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Science yang dikutip The Guardian pada Rabu (15/4).


Di tulisan tersebut, para ilmuan menyimpulkan, penguncian satu kali tidak akan cukup untuk mengendalikan pandemik dan puncaknya bisa lebih besar dari yang saat ini terjadi.

Dalam sebuah skenario, Covid-19 bisa bangkit pada 2025, jika belum ada vaksin atau pengobatan yang efektif.

Dikatakan oleh seorang profesor epidemiologi di Harvard, Marc Lipstich sebagai salah satu tim peneliti, pandemik tidak akan berakhir jika masih ada orang yang terinfeksi dan orang yang rentan.

“Infeksi menyebar ketika ada dua hal: orang yang terinfeksi dan orang yang rentan. Kecuali jika ada kekebalan kelompok yang jauh lebih besar daripada yang kita ketahui, (namun) mayoritas populasi masih rentan," ujarnya.

"Memprediksi akhir pandemi di musim panas (2020) tidak konsisten dengan apa yang kita ketahui tentang penyebaran infeksi," imbuhnya.

Dengan masih tingginya potensi infeksi, maka langkah seperti jarak sosial harus terus diterapkan untuk waktu yang lebih lama. Itu juga untuk membantu menjaga kemampuan rumah sakit dalam menangani wabah.

Sementara itu, dalam makalah yang dirilils oleh kelompok penasihat ilmiah pemerintah untuk keadaan darurat, Sage, pada Maret lalu, mengungkapkan, Inggris hanya bisa bergantian menerapkan pelonggaran jarak sosial yang ketat selama satu tahun.

Dan jika belum ada perawatan baru yang efektif, atau belum munculnya vaksin dan kapasitas perawatan kritis yang mempuni, jurnal Science mengatakan, jarak sosial harus terus diperkatat.

"Tetapi dengan tidak adanya ini, pengawasan dan jarak intermiten mungkin perlu dipertahankan hingga 2022," bunyi kesimpulan jurnal tersebut.

Namun, jika ditemukan kekebalan permanen akan Covid-19, langkah tersebut bisa dicabut. Sedangkan, jika kekebalan hanya bertahan satu tahun seperti penyakit lainnya akibat virus corona, maka kemungkinan Covid-19 akan menjadi siklus wabah tahunan.

"Dugaan yang masuk akal adalah bahwa mungkin ada perlindungan parsial untuk hampir satu tahun. Pada akhirnya, mungkin perlu beberapa tahun perlindungan yang baik. Ini benar-benar spekulatif pada titik ini," tambah peneliti.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya