Berita

Afrika Selatan Mengharuskan Warganya Gunakan Masker Saat Keluar Rumah/Net

Dunia

Ketika Dunia Terpuruk Diterjang Covid-19, Siapa Yang Bisa Membantu Afrika?

RABU, 15 APRIL 2020 | 06:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Afrika melaporkan kasus pertamanya di Mesir pada pertengahan Februari lalu. Kini, angka kasus virus corona di benua itu cukup tinggi, mencapai lebih dari 14.000 dan angka kematian sekitar lebih dari 750 menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika.

Virus corona telah menyebar ke hampir semua negara Afrika. Hanya dua negara, Komoro dan Lesotho yang belum melaporkan kasus infeksi.

Afrika Selatan (dengan 2.272 kasus), Mesir (2.190), Aljazair (1.983) dan Maroko (1.783) semuanya telah melewati tonggak sejarah yang suram lebih dari 1.000 kasus.


Walau terlihat tinggi, dibandingkan dengan negara lain, kasus virus corona di negara-negara Afrika meningkat lebih lambat. Namun, para ahli mengingatkan, ini tidak berarti benua itu telah mengendalikan wabah.

Afrika Selatan, sebagai wilayah yang paling banyak terpapar virus corona dari negara-negara Afrika lainnya, telah melakukan pengujian yang lebih baik, memungkinkannya melakukan lebih banyak tes dibandingkan negara lain di benua itu, sehingga lebih banyak kasus yang ditemukan.

Afrika Selatan telah memperpanjang penutupan hingga akhir April. Penguncian, yang dimulai pada 27 Maret, adalah salah satu langkah terberat yang diterapkan oleh pemerintah.

Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, telah mengambil langkah serius untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona.

Afrika, sebuah benua yang paling tidak berkembang, sangat rentan terhadap pandemik dengan perumahan yang padat penduduknya, fasilitas air bersih yang minim, sanitasi yang tidak layak, serta sistem kesehatan yang rapuh.

Dalam kondisi seperti itu, sulit untuk melakukan tindakan perlindungan dasar seperti jarak sosial bahkan untuk mencuci tangan.

"Kami melihat kelompok kasus dan komunitas tersebar di lebih dari 16 negara di benua Afrika. Kami mengantisipasi kesulitan parah untuk sistem kesehatan yang sudah terlalu padat,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Jumat lalu, mengutip CGTN, Selasa (14/4).

Aljazair telah menjadi negara dengan kematian Covid-19 dan merupakan yang tertinggi di Afrika. Tingkat pemulihan di Afrika juga sedikit lebih rendah daripada daerah lain.

Untuk menahan penyebaran virus ini, setidaknya 10 negara Afrika telah memberlakukan penguncian dan jam malam. Juga menutup perbatasan udara dan darat.

Langkah-langkah pencegahan seperti penguncian, jam malam, dan penangguhan penerbangan internasional, menimbulkan beban ekonomi yang sangat besar. Peraturan itu membuat Afrika mengalami krisis pangan, dan bencana kemanusiaan.

Sebuah laporan Uni Afrika baru-baru ini mengatakan bahwa hampir 20 juta pekerjaan di benua itu terancam hancur. Saat ini, dampak dari wabah ini lebih dari sepertiga populasi Afrika sudah hidup di bawah garis kemiskinan.

Wabah ini telah mengganggu rantai pasar pertanian di benua itu, sehingga Afrika mengalami kekurangan pangan dan kenaikan harga. Ditambah lagi saat ini Afrika rentan dengan serangan belalang padang pasir yang mengancam pasokan makanan di benua itu, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian.

Dunia tidak bisa damai selama ada wabah di negara mana pun, kata spesialis penyakit pernapasan Cina Zhong Nanshan.

Selama beberapa dekade, Afrika telah terserang malaria, AIDS, dan TBC dan belum pulih dari virus Ebola. Saat ini, di tengah pandemi Covid-19, Republik Demokratik Kongo itu telah melaporkan kasus Ebola baru.

Seiring berlalunya waktu, dunia harus bergerak lebih cepat untuk membantu wilayah yang paling tidak siap menghadapi krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya