Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Dunia

Di ASEAN, Jokowi Minta Perlindungan Lalu Lintas Barang Hingga Relokasi Dana Penanggulangan Covid-19

SELASA, 14 APRIL 2020 | 11:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Joko Widodo telah mengikuti KTT Khusus ASEAN untuk membahas pandemik Covid-19 pada Selasa pagi (14/4).

Disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, ada empat hal utama yang disampaikan oleh Jokowi di hadapan para pemimpin ASEAN tersebut.

"Pertama, kerja sama untuk memutus mata rantai penyebaran virus," ujar Retno usai mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut.


Dalam hal ini, Retno mengatakan, Jokowi menekankan perlunya mengatasi penyebaran virus lintas bantas. Sehingga, Indonesia mengusulkan agar ASEAN menyusun sebuah prosedur berupa protokol untuk merespons pandemik melalui join contact, tracing, and outbreak investigation.

"Hal kedua yang disampaikan oleh presiden adalah menekankan pentingnya mencegah hambatan lalu lintas barang. Presiden menekankan tiga hal yang tidak boleh terhambat pada saat ini, yaitu mengenai bahan makan, peralatan kesehatan, dan obat-obatan," sambungnya.

Selanjutnya, Jokowi juga menyampaikan pentingnya kerja sama perlindungan warga negara anggota ASEAN.

"Secara khusus presiden memberikan penekanan terhadap buruh migran yang dalam kenyataannya telah memberikan kontribusi terhadap perekonomian negara anggota ASEAN," imbuh Retno.

Dalam hal ini pula, Retno menyampaikan, perlunya operasionalisasi secara efektif pedoman bantuan konsuler oleh misi ASEAN di negara-negara anggota.

Dan terakhir, Jokowi juga menekankan pentingnya kerja sama dengan mitra ASEAN, terutama China, Jepang, dan Korea Selatan yang menjadi anggota ASEAN+3.

"Dalam kaitan ini, presiden membetikan dukungan bagi upaya membuat ASEAN Covid-19 Respond Fund dengan relokasi ASEAN Development Fund dan ASEAN Cooperation Fund," terangnya.

"Relokasi budget ini diperlukan sebagai langkah darurat untuk menyediakan peralatan medis yang diperlukan untuk memberantas Covid-19 bagi negara-negara ASEAN yang memerlukan," pungkas Retno.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya