Berita

Menteri Keuangan Indonesia pada Kabinet Pembangunan VII, Fuad Bawazier/Net

Politik

Setuju Rudi Rubiandini, Eks Menkeu: Penurunan Harga BBM Seharusnya Jadi Paket Ekonomi Hadapi Covid-19

SENIN, 13 APRIL 2020 | 14:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Harga minyak dunia yang tengah anjlok seharusnya menjadi kabar gembira bagi masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi beban ekonomi akibat wabah Covid-19.

Harga minyak dunia jenis Brent berada di harga 31,48 dolar AS per barel. Sementara Light Sweet ambles di angka 22,76 dolar AS per barel.

Adapun asumsi harga minyak dalam APBN 2020 adalah 63 dolar AS per barel


Atas alasan itu, mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini menilai penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi suatu hal paling mendesak yang harus dilakukan pemerintah saat ini.

Terlebih, ada aturan yang mengharuskan harga BBM melakukan penyesuaian setiap periode dua minggu sekali.

“Sudah harusnya turun sejak sebulan lalu, sehingga kewajiban menurunkan harga BBM sudah sangat mendesak," tegasnya kepada wartawan.

Berdasarkan hitungannya, jika harga minyak diasumsikan 35 dolar AS per barel dan dolar AS bernilai Rp 16 ribu, maka harga minyak mentah setara Rp 3.500 per liter atau Rp 5.000 per liter jika pertamina tetap ingin untuk 10 persen.

Dia lantas membandingkan dengan harga di Malaysia. Di mana minyak dengan Ron 95 atau setara pertamax adalah 1,25 ringgit, setara dengan Rp 4.500 per liter.

"Jadi wajar kalau di Indonesia dijual dengan harga Rp 5.500," ungkapnya.

Senada itu, Menteri Keuangan Indonesia pada Kabinet Pembangunan VII, Fuad Bawazier juga mengemukakan hal serupa. Dia bahkan heran karena belum ada penurunan harga BBM secara signifikan padahal harga minyak dunia sedang anjlok.

“Saya kira penurunan harga BBM dapat dijadikan paket ekonomi menghadapi Covid-19,” ujarnya kepada redaksi, Senin (13/4).

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya