Berita

Presiden PKS Sohibul Iman/Net

Politik

Presiden PKS: Politik “Sangu” Jokowi Tidak Masuk Di Akal

MINGGU, 12 APRIL 2020 | 14:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pembagian sembako langsung kepada rakyat yang kembali dilakukan Presiden Joko Widodo menuai sorotan publik.

Jika sebelumnya pembagian dilakukan di Harmoni, Jakarta, malam tadi Jokowi dikabarkan mengulangi di Bogor, Jawa Barat.

Tidak hanya kerumunan massa yang ditimbulkan di tengah pandemik Covid-19 yang dikritisi, tapi juga cara Jokowi sebagai seorang presiden dalam memberi bantuan ke rakyat.


“Bagi saya, ini adalah cara-cara yang tidak masuk akal. Tapi tidak demikian bagi Pak Jokowi, sepertinya sudah jadi pilihan politik,” ujar Presiden PKS Sohibul Iman dalam akun Twitter pribadinya sesaat lalu, Minggu (12/4).

Sohibul lantas menyebut aksi Jokowi tersebut sebagai politik sangu atau uang jajan. Cara ini tidak elok dilakukan oleh seorang presiden karena ada kekuasaan yang pegang dan bisa membuat rakyat lebih sejahtera.  

“Itulah politik sangu. Rakyat dipuaskan dengan "sangu" langsung dari presiden yang nilainya tidak seberapa dibanding dengan yang seharusnya mereka terima dari negara,” tutupnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden kepada Biro Pers, Bey Machmudin meluruskan bahwa tidak ada pembagian sembako pada Sabtu malam. Namun demikian, dia tidak menampik ada kerumunan pada tadi malam.

Bey berujar, masyarakat memperkirakan Jokowi akan kembali membagikan paket sembako. Perkiraan masyarakat ini kemungkinan didasari pembagian paket sembako pada hari sebelumnya.

Ada juga pesan berantai di masyarakat yang bukan sumber resmi, bahwa Jokowi akan membagikan paket sembako.

“Kemungkinan karena malam Jumat ada pembagian paket sembako, masyarakat mengira akan ada lagi pembagian sehingga mereka berbondong-bondong ke Istana Kepresidenan Bogor,” kata Bey.

Warga membubarkan diri setelah mendapat penjelasan oleh Paspampres yang dibantu aparat kewilayahan dari Komando Resor Militer 061 (Korem 061/Surya Kencana) dan Polresta Bogor Kota.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya