Berita

Pekerja pembuatan rambut palsu/Net

Nusantara

Imbas Covid-19, 930 Pekerja Di Purbalingga Di-PHK

SABTU, 11 APRIL 2020 | 13:58 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sekitar 930 pekerja di Purbalingga terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Dari jumlah itu kebanyakan dari pekerja pabrik rambut yang berstatus pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu. Kebijakan PHK itu sebagai imbas pandemik Covid-19.

"Pekerja yang di-PHK itu berasal dari Sembilan perusahaan. Ada perusahaan bulu mata palsu dan wig, mainan dan pabrik kayu. Paling banyak dari pabrik rambut wig dan bulu mata palsu,” kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Purbalingga, Tukimin, Sabtu (11/4).
 

 
DIlansir dari Kantor BErita RMOLJateng, Tukimin mengakui, PHK dilakukan karena dampak pandemik covid-19 yang mulai berimbas pada pemasaran produk perusahaan.

"Jumlah ini mungkin bisa bertambah, karena ada sejumlah perusahaan yang sudah merumahkan karyawannya juga. Ada yang melakukan shift kerja juga,” jelasnya.
 
Tukimin menambahkan, sebelum ada PHK, jumlah pekerja yang tercatat pada 40 perusahaan sebanyak 49.906 orang.

"Kami terus memantau sejumlah perusahaan, harapan kami perusahaan tidak mem-PHK, tetapi untuk menerapkan kebijakan social distance agar perusahaan menerapkan pola shif," katanya.

"Jika tidak memungkinkan, ya sementara dirumahkan sembari menunggu kondisi stabil,” pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya