Berita

John Bolton/Net

Dunia

Mantan Penasihat Keamanan AS Sebut WHO "Kaki Tangan" China, Minta Pengunduran Diri Tedros Adhanom

SELASA, 07 APRIL 2020 | 11:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Penasihat Kemanan Nasional Amerika Serikat, John Bolton menyalahkan China karena berbohong mengenai wabah virus corona baru dan mengecam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang telah menutupi kesalahan negeri tirai bambu tersebut.

Dalam sebuah cuitan yang diunggah oleh Bolton di akun Twitternya, @AmbJohnBolton, pada Selasa (7/4), ia menuding WHO telah menjadi "kaki tangan" China dengan menutupi kesalahan pemerintahan Presiden Xi Jinping.

"Karena itu, saya mendukung @marcorubio dan @tedcruz utnuk mendorong pengunduran diri Direktur Jenderal WHO (Tedros Adhanom Ghebreyesus). Dia telah menyesatkan dunia dengan mempercayai rezim komunis penipu," cuitnya.


Dalam serangkaian cuitannya yang dikutip Sputnik, Bolton juga menuding China telah menggunakan pandemik Covid-19 untuk tujuan militer hingga penyembunyian data.

Ia bahkan mengklaim China menggunakan Covid-19 untuk mengobarkan perang propaganda guna merusak kepemimpinan global Amerika Serikat.

Sebelumnya, Senator Ted Cruz dan Senator Marco Rubio memang meragukan kepemimpinan Tedros dalam menangani pandemik. Cruz juga mengatakan, WHO telah kehilangan kredibilitasnya karena tunduk pada Partai Komunis China.

Sementara menanggapi komentar dari Cruz dan Rubio, Kementerian Luar Negeri China mengecam hal tersebut.

Pada Kamis (2/4), jurubicara Kemlu China, Hua Chunying mengatakan China telah melakukan segala upaya yang terbaik untuk bersikap terbuka, transparan, dan bertanggung jawab.

"Kami memahami bahwa AS sedang menghadapi kesulitan dan beberapa pejabat berada di bawah tekanan dan merasa mendalam atas kesulitan rakyat Amerika," kata Hua.

"Karena semangat kemanusiaan, kami ingin memberikan dukungan dan bantuan kepada mereka. Tapi fitnah, noda dan permainan menyalahkan tidak bisa menebus waktu yang hilang. Lebih banyak kebohongan hanya akan membuang lebih banyak waktu dan menyebabkan lebih banyak nyawa yang hilang," lanjutnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya