Berita

Jansen Sitindaon/Net

Politik

Demokrat: Mudik Masih Boleh, Katanya Pembatasan Sosial Berskala Besar?

JUMAT, 03 APRIL 2020 | 09:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah seolah akan tegas dalam menangani virus corona baru. Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia berstatus darurat kesehatan, meski sebelumnya sempat memunculkan wacana darurat sipil.

Namun demikian, ketegasan dalam pidato itu tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan. Setidaknya itu tercermin dari pernyataan pemerintah yang masih membolehkan mudik.

“Mudik boleh. Lhah terus pembatasan sosial berskala besarnya ini di mana? Lama-lama aneh ini pemerintah,” ujar politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon dalam akun Twitter pribadinya, Jumat (3/4).


Jansen Sitindaon lantas menduga bahwa ada skenario tertentu yang sebenarnya tengah dilakukan pemerintah. Skenario itu adalah herd immunity atau konsep kekebalan komunitas yang bisa memperlambat laju penyebaran virus.

Konsepnya, semakin banyak orang yang kebal terhadap suatu penyakit, semakin sulit bagi penyakit tersebut untuk menyebar karena tidak banyak orang yang dapat terinfeksi.

Cara yang dapat ditempuh untuk mendapatkan kekebalan pada banyak orang sekaligus adalah vaksinasi, seperti polio.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah vaksin dari virus ini belum berhasil diciptakan. Sementara di satu sisi, virus ini masih berbahaya lantaran tingkat kematian di Indonesia masih mencapai hampir 10 persen.

“Jangan-jangan dipikiran pemerintah memang “herd immunity”. Tapi tingkat kematian kita kan masih tinggi?” tanya Jansen seolah khawatir yang pikiran justru akan berbuntut gagal total.

Mengenai mudik, Menteri Sekretaris Negara Pratikno telah merevisi pernyataan Jurubicara Presiden Fadjroel Rachman yang menyebut bahwa Presiden Joko Widodo membolehkan masyarakat mudik lebaran.

"Yang benar adalah: Pemerintah mengajak dan berupaya keras agar masyarakat tidak perlu mudik," kata Pratikno.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya