Berita

Petugas Prancis menegur warga yang masih berkeliaran saat lockdown/Net

Dunia

Harga Ganja Di Prancis Melonjak Semenjak Penerapan Lockdown

SABTU, 28 MARET 2020 | 07:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Prancis telah memberlakukan lockdown seiring semakin bertambahnya jumlah kasus. Saat ini angka kasus virus corona di Prancis mencapai lebih dari 32.000 dengan angka kematian menembus lebih dari 1900 per Jumat (27/3).

Penerapkan lockdown berlaku pada 17 Maret lalu dan diumumkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. 67 juta warga Prancis hanya memiliki waktu 16 jam untuk persiapan menhadapi lockdown.

Penetapan lockdown ternyata berpengaruh terhadap peredaran narkoba ilegal di negara itu. Sejumlah kartel pun menaikkan haranya.  


Prancis terkenal sebagai pengonsumsi ganja tertinggi di Eropa. Ganja biasanya diimpor dari Belanda juga Maroko dan Spanyol.

Harga ganja di jalanan kota-kota Prancis meroket setelah kontrol ketat perbatasan diterapkan saat lockdown nasional mencegah wabah virus corona.

Pejabat serikat kepolisian yang bekerja dengan para investigator anti-narkoba menjelaskan harga 100 gram batang resin ganja naik menjadi 500 euro atau sekitar Rp 8,9 juta.  

“Prancis tak lagi memperoleh pasokan ganja. Dengan penghentian ekspor dari Moroko, kami melihat harga naik di Prancis saat persediaan turun dan para pengedar menetapkan harga premium,” ujar pejabat kepolisian itu, melansir Reuters.

Kolombia menyatakan sekitar 70 persen resin ganja yang dijual di jalanan Prancis diperdagangkan dari Moroko, melalui Spanyol dan melintasi Pyrenees. Sisanya dikirim melalui Belgia dan Belanda.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya