Berita

Persiapan Wisma Atlet jadi RS Daerurat Corona/Net

Nusantara

TNI Bentuk Empat Wilayah Komando Tugas Gabungan Terpadu Penangan Covid-19

SENIN, 23 MARET 2020 | 15:28 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi membentuk empat wilayah komando tugas gabungan untuk menangani penyebaran virus corona atau Covid-19.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan I)
Laksamana Madya TNI Yudo Margono menjelaskan, empat komando tugas penanganan Covid-19 itu terdiri dari Kogasgabpad di Jakarta Wisma Atlet dengan komando Pangdam Jaya.

Kemudian, Kogasgabpad di Natuna di mana komandonya dipegang oleh Pangkops AU 1. Lalu Kogasgabpad di Pulau Sebaru dijabat Pangkoarmada 1 serta Kogasgabpad di Pulau Galang dipegang oleh Pangdam 1 Bukit Barisan.

Kemudian, Kogasgabpad di Natuna di mana komandonya dipegang oleh Pangkops AU 1. Lalu Kogasgabpad di Pulau Sebaru dijabat Pangkoarmada 1 serta Kogasgabpad di Pulau Galang dipegang oleh Pangdam 1 Bukit Barisan.

“Di mana daerah tersebut masih disiapkan dan utuk melaksanaka observasi penanhana covid-19,” kata Yudo di Graha BNPB, Jakarta, Senin (24/3).

Namun demikian, Yudo menekankan, Kogasgabpad di Jakarta Wisma Atlet yang dijabat oleh Pangdam Jaya lebih dahulu dioperasionalkan.

Nantinya, kata Yudo, di Wisma Atlet terdapat tiga satuan tugas (Satgas) pendamping terdiri dari tenaga medis yang menangani di ring satu.

Kemudian Satgas pendukung yang terdiri dari pendukung dalam hal ini tim konsumsi dan tim Satgas pengamanan dari Marinir, Kopassus, dan Paskhas.

Yudo menjelaskan, Pusat Kesehatan (Puskes) TNI memperbantukan 25 orang, PuskesAD 50 orang, Yonkes Marinir 30 orang, Yonkes AU 30 orang dan relawan kesehatan sebanyak 30 orang. Sehingga total tenaga medis sebanyak 225 orang.

“Sekarang sudah stanby di tower 3 atau yang berada di ring 2,” demikian Yudo.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya