Berita

Hendra J. Kede/Net

Publika

Solusi Corona: Doa, Cinta, Dan Usaha

SENIN, 23 MARET 2020 | 14:58 WIB

PENEMPATAN Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama Pancasila bukan bebas makna.

Pendiri negeri tercinta ini menginginkan negeri Indonesia dijalankan dengan sandaran utama Ketuhanan.

Pendiri negeri ini menginginkan seluruh persoalan yang dihadapi masyarakat sandaran utamanya adalah Ketuhanan.


Maka ketika virus corona baru (Covid-19) menyerang negeri seperti sekarang ini, pendiri negeripun menginginkan semua elemen, mulai dari pemerintah sampai masyarakat, menyandarkan pada Ketuhanan.

Berdoa agar pandemik corona ini berakhir adalah pilihan utama yang harus dilakukan. Melalui aktivitas doa kita menyadari bahwa kita memerlukan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa untuk menemukan solusi mengakhiri pandemik ini.

Melalui aktivitas doa kita terhindar dari kepanikan. Sementara minimalnya kepanikan membuka pikirian menemukan jalan keluar dari pandemik. Bukankah orang bisa tenggelam dalam kolam dengan air selutut jika dalam kondisi panik?

Maka tidaklah berlebihan mengatakan obat pertama untuk mengakhiri pandemik Corona adalah doa tulus pemimpin bersama rakyat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bersujud jasat dan ruh bersimpuh di hadapan-Nya.

***

Masihkan perlu diuraikan juga kekuatan dari cinta? Berapa banyak negara jatuh dan bangun dalam lintasan sejarah karena kuat dan lemahnya ikatan rasa cinta ini.

Cinta seorang pemimpin kepada rakyatnya akan menggetarkan 'arasy. Ratapan cinta seorang pemimpin yang mengadukan nasip rakyatnya kepada Allah SWT akan membuat Allah SWT malu untuk tidak memdengarkan dan membantu sang pemimpin mencari solusi masalah rakyatnya.

Cinta rakyat kepada pemimpin bisa menegakan dan meruntuhkan suatu dinasti. Bacalah buku sejarah. Cinta Ali bin Abi Thalib yang tidur di tempat tidur Nabi Muhammad telah mengantarkan misi hijrah berujung pada lirim nyanyian cinta: marhaban yanuur roaina, anta syamsu anta nuurun, anta nuron fauqo nuuri.

Cinta sesama umat manusia di bumi pertiwi ini melahirkan slogan nan amat ampuh: Bhinneka Tunggal Ika.

Jadi tidak berlebihan jika cinta adalah obat kedua yang harus bergelora di dada semua pemimpin negeri ini, cinta untuk menyelamatkan masyarakat dari virus corona. Juga cinta dari seluruh rakyat untuk menyelamatkan kemanusiaan dari ancaman virus ini.

Mau lockdown atau bukan, mau buka data pasien atau bukan, bukanlah masalah lagi jika cinta sudah bergelora. Cinta seperti zaman perjuangan dumu, kata si mbahku.

***

Doa dan Cinta inilah yang diharapkan menggelorakan dan menggerakan usaha menemukan solusi. Itulah makna manusia Pancasila.

Pikirkanlah....

Usaha apakah yang belum pernah berhasil dalam perjalanan sejarah bangsa-bangsa yang usaha itu didadasari doa dan cinta?

Aku belum menemukan buku yang meriwayatkanya.

Hendra J. Kede
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya