Berita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Net

Nusantara

Edukasi Pentingnya Pencegahan Virus Corona, Ganjar Pranowo Turunkan Satpol PP Sebagai Polisi Covid-19

SENIN, 23 MARET 2020 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa prihatin melihat masih rendahnya kesadaran masyarakat akan perlunya pencegahan penyebaran virus corona. Masyarakat banyak yang belum secara serius menjaga diri dari penularan virus corona (Covid-19).

Ia pun memerintahkan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terjun ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat.

"Saya perintahkan Satpol PP seluruh Jawa Tengah menjadi polisi Covid yang bertugas melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat," kata Ganjar saat memimpin Rapat Penyusunan Rencana Operasional Penanggulangan COVID-19 Bersama Seluruh Kepala Dinas di Lingkungan Pemprov Jateng, Minggu (22/3).


Ganjar menegaskan kepada polisi Covid-19 untuk tidak segan-segan menegur bila ada kerumunan atau atrean yang berdesakan dan agar membantu memberikan batas jarak. Lalu mengedukasi masyarakat akan perlunya social distancing serta mencuci tangan secara rutin.  

"Umpama ada masyarakat berkumpul dan jaraknya berdekatan, maka polisi Covid ini bisa mengingatkan. Umpama ada antrean panjang dan berdesakan, mereka bisa mengingatkan dan memberikan jarak atau menjaga pasar dan mengingatkan masyarakat untuk terus rajin cuci tangan," tegasnya.

Polisi Covid ini bisa siapa saja, tidak hanya Satpol PP.  Ganjar mengusulkan seluruh jajaran pemerintahan baik di tingkat provinsi maupun di daerah bisa menjadikan dirinya sebagai polisi Covid.

"Kalau perlu Linmas, tokoh agama, tokoh masyarakat dilibatkan untuk membantu program ini. Agar tidak terjadi akses negatif, maka perlu dibekali pengetahuan misalnya sekarang musim orang nikah, maka Linmas, tokoh agama, tokoh masyarakat bisa mengingatkan agar resepsinya ditunda dulu," katanya.

Polisi Covid-19 ini akan ditugaskan secara serentak mulai pekan ini. Ganjar akan mengevaluasi apakah keberadaan polisi Covid-19 ini efektif atau tidak.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya