Berita

Dedi Mulyadi/Net

Nusantara

Dedi Mulyadi Minta Warga Miskin Diberi Subsidi Karena Harus Di Rumah Saja Saat Wabah Covid-19

SENIN, 23 MARET 2020 | 05:05 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Dedi Mulyadi, meminta agar pemerintah bisa memberikan solusi terkait langkah pencegahan penyebaran virus corona yang mengharuskan warga berdiam diri di dalam rumah untuk sementara waktu.

Dedi menyebut, hal tersebut bisa menjadi persoalan. Pasalnya, tidak semua orang bisa berdiam diri di dalam rumah, minimal selama 14 hari karena faktor ekonomi atau kebutuhan hidup.

“Bagi para ASN, anggota TNI/Polri, pegawai BUMN atau pegawai swasta yang berpenghasilan tetap, bekerja dari rumah itu tidak masalah tapi bagi rakyat kecil seperti pemulung, pedagang keliling, buruh bangunan, buruh tani, tukang ojek, dan lain-lain itu menjadi masalah karena mereka harus memenuhi kebutuhan hidupnya untuk hari itu juga,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi, demikian dikutip dari Kantor Berita RMOL Jabar.


Menurut Dedi, harus ada langkah cepat dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga desa untuk menanggulangi persoalan ini.

Diantaranya dengan menyisihkan dana dari anggaran yang mereka kelola untuk mensubsidi khusunya rakyat kecil yang harus berdiam diri di dalam rumah.

“Sisihkan dana dari belanja tidak penting. Perjalanan dinas, ongkos kantor, seminar, atau kegiatan lain yang tidak mesti digelar saat ini, semuanya bisa dipotong dan dananya dikompensasikan untuk subsidi rakyat kecil. Saya sudah hitung, dananya cukup,” kata mantan Bupati Purwakarta dua periode tersebut.

Dedi menjelaskan, untuk mengatasi wabah virus corona ini semua pihak harus satu visi. Tidak bisa mengatasi virus corona dengan berpatokan pada pendapat masing-masing.

Jika subsidi bagi rakyat kecil ini berjalan, maka program untuk mengatasi wabah corona dengan meminta rakyat berdiam diri di dalam rumah akan berhasil.

“Harus bersama-sama, agar Indonesia kembali pulih secara politik, ekonomi, dan sosial budaya. Jadi pemerintah sebaiknya memiliki jargon “Anda tinggal di rumah, Kami melayani Anda di luar rumah,” kata Dedi.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya