Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Cerita Warga Bekasi Yang Rela Tunda Resepsi Pernikahan Demi Lindungi Tamu

MINGGU, 22 MARET 2020 | 08:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Wabah virus corona atau Covid-19 semakin meluas di Indonesia. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah pun telah mengeluarkan banyak kebijakan agar masyarakat mengurangi kegiatan di luar ataupun mengadakan kegiatan yang menyebabkan banyak orang berkumpul.

Kegiatan perkantoran maupun sekolah sudah dialihkan di rumah. Segala izin kegiatan yang dapat mengumpulkan banyak orang juga telah dibatalkan.

Beberapa pimpinan daerah pun juga telah mengimbau agar kegiatan acara resepsi pernikahan untuk ditunda.


Melihat kondisi wabah corona yang semakin mengkhawatirkan, seorang Warga Bekasi bernama Dean Pahrevi (24) rela menunda acara resepsi pernikahannya yang sedianya akan digelar pada Minggu (5/4) besok di daerah Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dean Pahrevi menyampaikan penundaan acara resepsi pernikahannya dengan calon istrinya bernama Ade Siti Sarah Azhri, dilakukan mengingat pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat nasional hingga tanggal 29 Mei 2020.

"Undangan acara resepsi pernikahan kami yang rencana digelar pada Minggu (5/4) besok kami tunda sampai waktu yang belum kami tentukan," kata Dean Pahrevi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (22/3).

Walau acara resepsi pernikahan dibatalkan, kata Dean, acara akad nikahnya tetap dilaksanakan dan hanya dihadiri oleh keluarganya saja untuk menghindari banyaknya orang berkumpul.

Dean menambahkan, persiapan acara resepsi pernikahannya sudah 95 persen berjalan. Mulai dari membooking katering, tenda, dan lainnya. Bahkan, Dean mengaku telah melakukan pembayaran uang muka.

"Persiapan sudah 95 persen, sudah siap semua, hanya tinggal sebar undangan saja. Iya tenda semua segala sisinya sudah beres semua, cuma undangan saja yang belum ke sebar semua. Saya belum kontak semua vendor, sudah ada beberapa sih bisa diundur, alhamdulillah,” ungkapnya.

Dean mengaku tetap ada kerugian akibat keputusannya itu. Namun dia rela melakukan itu demi melaksanakan imbauan dari pemerintah agar mencegah penyebaran wabah corona yang semakin luas.

"Kerugian, kalau pun ada, tidak banyak lah kayaknya. Karena sebagian besar baru bayar uang muka. Pelunasan kan biasanya setelah acara selesai," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya