Berita

Pilkada Serentak 2020 terancam ditunda/Net

Politik

Ketua HMI: Ketua KPU RI Harus Tunda Pilkada Serentak 2020

MINGGU, 22 MARET 2020 | 03:53 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Wabah virus corona bisa berdampak buruk terhadap konstestasi Pilkada Serentak 2020. Sebab, dengan kondisi yang belum kunjung stabil, kegiatan pemilu yang mengundang banyak orang berpotensi menyebarkan virus ini di masyarakat.

Berdasarkan data pusatkrisis.kemkes.go.id, perkembangan kasus virus corona di Indonesia hingga Sabtu 21 maret 2020 terkonfirmasi mereka yang terjangkit virus corona mencapai 450 orang, 20 orang dinyatakan, dan yang meninggal 30 orang.

Dengan demikian, kasus wabah virus Covid-19 ini harus menjadi perhatian dan ikhtiar seluruh masyarakat Indonesia, untuk sama-sama melakukan upaya krusial demi kebaikan bersama.


"Untuk itu, demi keselamatan, kesehatan, dan kelangsungan hidup bersama, maka Ketua KPU RI (Arief Budiman) beserta jajarannya perlu mempertimbangkan kembali matang-matang pelaksanaan Pilkada Serentak pada tahun 2020 ini," ucap Ketua HMI Cabang Jakarta Pusat Utara, Fadli Rumakefing, melalui keterangannya, Sabtu (21/3).

"Demi keselamatan, kesehatan, dan kelangsungan hidup masyarakat Indonesia, kami meminta kepada Ketua KPU RI segera tunda Pilkada Serentak sampai kondisi virus corona mulai membaik," imbuhnya.

Bagaimanapun, kesehatan dan keberlangsungan hidup masyarakat jauh lebih penting di atas segala-galanya. Jangan sampai, lanuut Fadli, Pilkada Serentak tidak mendatangkan kebaikan bersama. Tapi malah mendatangkan masalah yang besar karena wabah virus corona makin menyebar.

Untuk diketahui, Pilkada Serentak pada tahun ini akan digelar pada 23 September 2020 di 270 wilayah. Terdiri dari 9 Provinsi, 37 Kota, dan 224 Kabupaten se-Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Pilkada 2020, masa kampanye Pilkada tahun ini dijadwalkan mulai 11 Juli dan berakhir pada 19 September 2020 mendatang.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya