Berita

KNPI desak Menpora copot Asrorun Niam sebagai Deputi II/Istimewa

Politik

Tak Ikuti Instruksi Presiden, DPP KNPI: Deputi II Kemenpora Harus Dicopot

MINGGU, 22 MARET 2020 | 02:25 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Presiden Joko Widodo telah tegas menginstruksikan seluruh jajarannya juga masyarakat umum untuk tidak mengadakan kegiatan yang menghimpun banyak orang. Sayang, instruksi ini ternyata tak terlalu diindahkan oleh Deputi II Kemenpora, Asrorun Niam.

DPP KNPI pun menyesalkan langkah yang diambil oleh Deputi II Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang mengurusi Pengembangan Pemuda. Sebab, dia tidak menjalankan intruksi Presiden Jokowi dalam penanganan wabah Covid-19 di Indonesia.

"Kami menyesalkan apa yang dilakukan oleh Deputi II. Bukannya turun ke masyarakat malah mereka membuat acara seremonial dan buat video imbauan, masyarakat butuh aksi nyata. Bukan video atau acara seremonial," kata Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama, melalui keterangannya, Sabtu (21/3).


Kepala Deputi II Asrorun Niam, kata Haris, harus mendapat sanksi tegas berupa pencopotan. Karena langkah dia dinilai tidak tunduk dan patuh kepada instruksi Presiden Jokowi.

"Harusnya dia menggandeng seluruh elemen pemuda untuk ikut mencegah penularan Covid-19 yang saat ini sangat meresahkan. Bukan kemudian membuang anggaran dengan acara yang tidak bermanfaat. Menpora harus memberikan sanksi tegas berupa pencopotan," tegas Haris.

DPP KNPI pun mengancam akan mengumpulkan seluruh OKP yang ada untuk memprotes sikap Deputi II Kemenpora yang tidak tunduk kepada instruksi presiden.

"Kami selaku wadah dari OKP sangat menyesalkan langkah Deputi II yang mengadakan acara seremonial dengan nama Pertemuan Terbatas Forum Kepemudaan Peran Organisasi Kepemudaan Dalam Pencegahan Virus Corona (Covid-19). Harusnya tidak ada lagi pertemuan seremonial, yang rakyat butuhkan adalah turun langsung," ujarnya.

Haris mencontohkan langkah yang dilakukan DPP KNPI yang cepat turun ke masyarakat untuk membantu mengedukasi soal corona sekaligus membagikan hand sanitizer dan masker.

"Kami turun langsung, selain memberikan edukasi terhadap bahaya virus corona kami juga membagikan sanitizer dan masker. Harusnya langkah seperti ini yang perlu dilakukan oleh kementerian," tutup Haris.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya