Berita

Penjual Jamu mendapat berkah di balik musibah wabah corona/.RMOLJabar

Nusantara

Berkah Di Balik Musibah, Penjual Jamu Raup Keuntungan Berlipat Tanpa Menimbun

MINGGU, 22 MARET 2020 | 00:33 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Wabah virus corona menjadi momok nomor satu masyarakat dunia saat ini. Bahkan di berbagai negara, penyebaran virus yang bermula dari Kota Wuhan, China, itu telah menghancurkan ekonomi nasional.

Namun siapa sangka, merebaknya penyebaran virus corona justru membawa berkah bagi sebagian warga Kabupaten Pangandaran. Salah satunya adalah pedagang jamu tradisional yang jualannya laris manis seiring banyaknya masyarakat yang ingin daya tahan tubuhnya tetap terjada dari paparan virus Covid-19 ini.

Berbekal ramuan dengan bahan rempah rempah lokal seperti kunyit, jahe emprit, jahe merah, kayu manis, temulawak, dan serai, pedagang jamu raup keuntungan berkali lipat dari biasanya.


“Sekarang jadi banyak peminatnya. Dari ahun 1972, baru kali ini saya bikin jamu hingga 20 liter per harinya," ungkap pedagang Jamu asal Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Narti (59), Sabtu (21/3).

Sejak 48 tahun lalu berkeliling jualan, kata Narti, peminat jamu tradisional relatif mudah dihitung jari. Namun, untuk saat ini, ia mengaku kebanjiran order meski harga yang dipatok lebih tinggi dari biasanya.

“Iya naik dari biasanya. Per gelas itu kalau sebelum ada Covid-19, harganya cuma Rp 4.000, sekarang jadi Rp 7.000 karena bahan baku cukup sulit," paparnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Sebelumnya, jelas Narti, jenis jamu yang diproduksi hanya beras kencur, kunyit asam, anggur, dan beberapa jamu lainnya. Kini, dia menambah racikannya dengan bahan-bahan yang berdasarkan informasi mampu mencegah masuknya virus corona ke dalam tubuh.

“Katanya sih beberapa rempah itu bisa buat pencegahan corona. Maka saya bikin aja jamu ini dan peminatnya juga cukup tinggi,” tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya