Berita

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Net

Nusantara

Optimis Jabar Bisa Melalui Musibah Virus Corona, Kang Emil: Bad Day Pasti Berlalu

KAMIS, 19 MARET 2020 | 07:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) rupanya telah begitu matang dengan rencana penanganan di wilayahnya.

Usai melakukan Rapat Kesiagaan Covid-19 bersama Mendagri Tito, Kang Emil  membocorkan sedikit tentang rencananya dalam menangani wabah tersebut.

"Kami melaporkan ke Pak Menteri, skenario terburuk jika pasien positif ada 100 penyebaran di mana, kalau 500 kira-kira di mana lalu skenario seperti apa jika 1.000 ke atas seperti apa sudah kami paparkan," ujar Kang Emil di Gedung Sate, Rabu (18/3).


Namun, ia tak ingin memerinci lebih detail tentang bagaimana kesiapannya itu. Kang Emil lebih memilih menyampaikan bahwa sejauh ini Pemprov Jawa Barat tidak akan menerapkan lockdown atau karantina wilayah. Sebab, ia harus menanti arahan dari pemerintah pusat selaku pemegang wewenang.

"Kami juga tadi mendiskusikan tentang lockdown atau tidak lockdown. Intinya, kita mengikuti kewenangan pemerintah pusat," ujar Kang Emil.

Sebelumnya, Pemprov Jabar telah meluncurkan situs peta sebaran virus corona COVID-19 di tanah pasundan. Nama situsnya pikobar.jabarprov.go.id.

Lewat aplikasi ini warga Jabar bisa memantau penyebaran virus corona dan memuat data pasien ODP atau Orang Dalam Pemantauan yang diperoleh dari kabupaten atau kota di Jawa Barat.

Pemerintah Jabar berupaya maksimal menekan laju penyebaran virus corona. Salah satunya dengan mengkampanyekan hidup sehat secara optimal kepada masyarakat. Memberikan pemahaman kepada publik tentang penularan beserta upaya pencegahannya.

Dalam akun Instagramnya, Kang Emil menyampaikan persiapan yang telah ia lakukan, antara lain mengecek ruang isolasi RS Hasan Sadikin dan melakukan inspeksi ke Puskesmas.

“Sore tadi rapat kesiagaan Covid-19 bersama Mendagri di PIKOBAR dan Gedung Sate dengan standar jarak baru. Sebelumnya, siang mengecek persiapan penambahan kapasitas isolasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin, dan inspeksi Kesiagaan di Puskesmas dan mengecek harga-harga sembako di pasar-pasar di pagi hari,” tulis Kang Emil dalam akun @ridwankamil.

“Sistem sudah sesuai dengan protokol darurat kesehatan. Tinggal kita semua disiplin mengikuti arahan pemerintah dalam jarak jarak dalam interaksi sosial atau Social Distancing.”

Kang Emil pun mempromosikan aplikasi PIKOBAR yang sudah didaftarkan ke google store.

Ia pun meyakini pemerintah bersama masyarakat bisa melalui musibah ini.

“Semangat semuanya. Seperti kata Chrisye ‘Bad day pasti berlalu’. Aamiin,” ujar Kang Emil.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

UPDATE

Dua Nama Hilang dari Daftar Calon BPK

Kamis, 10 September 2026 | 00:17

UAG Perkuat Sekolah Rakyat dan Talenta Halal Nasional

Kamis, 10 September 2026 | 00:06

Langkah Berani Gubernur Sultra Tertibkan Aset Usik Zona Nyaman Oknum Tertentu

Rabu, 09 September 2026 | 23:52

DPRD DKI Dukung Perluas Program Pendidikan bagi Santri Perkotaan

Rabu, 09 September 2026 | 23:32

Salat Istisqa Digelar di Lahat, Bursah Zarnubi Mohon Hujan segera Turun Merata

Rabu, 09 September 2026 | 23:22

DPR Dorong Pembangunan dari Desa Lewat Rakernas AKSI

Rabu, 09 September 2026 | 23:20

Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Rabu, 09 September 2026 | 23:00

DPR: Kalau Ada Laporan Masyarakat, Polri Tak Perlu Ragu

Rabu, 09 September 2026 | 22:59

Jangan Sampai Indonesia jadi Sasaran Empuk Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 09 September 2026 | 22:45

Mantan Napi KDRT Diduga Kriminalisasi Istri Lewat Kesaksian Palsu ART

Rabu, 09 September 2026 | 22:31

Selengkapnya