Berita

Buah impor/Net

Politik

Sistem Kuota Impor Berpotensi Munculkan Praktik Kongkalikong

SENIN, 16 MARET 2020 | 14:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sistem kuota impor terus menjadi polemik dalam penerbitan rekomendasi impor produk holtikutura (RIPH). Sistem ini berisiko memunculkan adanya potensi kongkalikong antar oknum.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mendesak agar sistem kuota ini dievaluasi.

“Karena riskan kuota dikeluarkan berdasarkan tanda tangan pejabat. Artinya sangat mungkin ada pihak yang berkepentingan yang diuntungkan,” tuturnya kepada wartawan, Senin (16/3).


Sebagai solusi, dia menyarankan agar impor dikembalikan ke sistem tarif sehingga iklim usaha menjadi lebih kompetitif.

Senada itu, Ketua Asosiasi Hortikultura Indonesia Anton Muslim Arbi juga mempermasalahkan sistem kuota impor. Dia mengaku sempat mendengar kabar miring mengenai dugaan kuota diberikan kepada beberapa perusahaan tertentu.

“Jadi tidak boleh misalnya kuota itu diberikan hanya perusahaan pemiliknya satu. Kalau perusahaan pemiliknya satu orang, itu kan bisa dikatakan kartel," tuturnya.

Dia lantas menganggap tuduhan publik, khususnya pelaku impor, bahwa ada yang bermain dalam kuota impor cukup beralasan.

“Tidak salah jika muncul tuduhan terhadap pemerintah yang bermain untuk kartel importir buah,” tutupnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya