Banyak yang menilai respons Pemerintah Indonesia terkait penyebaran virus corona ini lamban. Sejumlah antisipasi tidak segera dilakukan meski di negara lain virus corona sudah memberi ancaman serius.
Seiring penyebaran virus corona yang semakin masif, pemerintah mau tidak mau harus lebih cepat mengambil langkah antisipatif dan reaktif. Seperti menyiapkan sarana prasarana tenaga medis dan tempat rujukan.
Termasuk terus mengedukasi masyarakat secara maksimal guna lebih waspada dan siap menghadapi virus corona. Sehingga tak muncul kepanikan di masyarakat.
Satu hal yang tak kalah penting adalah langkah strategis dan terukur usai
Lockdown beberapa tempat hiburan, wisata, dan lembaga pendidikan seperti yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.
"Antara lain segera perintahkan dan bentuk tim peneliti, dokter, farmasi, komponem terkait untuk meneliti dan segera menemukan formulasi obat dan perawatan melawan virus corona bagi Indonesia," ucap Azmi Syahputra melalui keterangannya, Sabtu (14/3).
Selanjutnya, Pemerintah harus bijak dalam mengendalikan situasi dan tidak boleh buat panik masyarakat. Karena rentan memicu kericuhan sosial.
"Pemerintah harus memastikan ketersediaan bahan baku dan bahan makanan. Aparat penegak hukum lebih aktif melakukan pemantauan terhadap para 'mafia sembako' yang coba memanfaatkan situasi dan bermain-main dengan keadaan ini. Termasuk perlu disiapkan tim pengawalan logistik di wilayah yang dianggap rawan," lanjut Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha) ini.
Selain hal-hal tersebut, perlu peningkatkan fungsi polisi. Termasuk partisipasi masyarakat yaitu dalam membantu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
"Yang tugas pokoknya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, ini sangat penting dan jadi prioritas karena keamanan dan ketertiban ini berdampak pada perekonomian dan keamanan nasional," demikian Azmi.