Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pemerintah Harus Lebih Proaktif Lawan Corona, Ini Beberapa Langkah Yang Bisa Ditempuh

MINGGU, 15 MARET 2020 | 04:35 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Banyak yang menilai respons Pemerintah Indonesia terkait penyebaran virus corona ini lamban. Sejumlah antisipasi tidak segera dilakukan meski di negara lain virus corona sudah memberi ancaman serius.

Seiring penyebaran virus corona yang semakin masif, pemerintah mau tidak mau harus lebih cepat mengambil langkah antisipatif dan reaktif. Seperti menyiapkan sarana prasarana tenaga medis dan tempat rujukan.

Termasuk terus mengedukasi masyarakat secara maksimal guna lebih waspada dan siap menghadapi virus corona. Sehingga tak muncul kepanikan di masyarakat.


Satu hal yang tak kalah penting adalah langkah strategis dan terukur usai Lockdown beberapa tempat hiburan, wisata, dan lembaga pendidikan seperti yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Antara lain segera perintahkan dan bentuk tim peneliti, dokter, farmasi, komponem terkait untuk meneliti dan segera menemukan formulasi obat dan perawatan melawan virus corona bagi Indonesia," ucap Azmi Syahputra melalui keterangannya, Sabtu (14/3).

Selanjutnya, Pemerintah harus bijak dalam mengendalikan situasi dan tidak boleh buat panik masyarakat. Karena rentan memicu kericuhan sosial.

"Pemerintah harus memastikan ketersediaan bahan baku dan bahan makanan. Aparat penegak hukum lebih aktif melakukan pemantauan terhadap para 'mafia sembako' yang coba memanfaatkan situasi dan bermain-main dengan keadaan ini. Termasuk perlu disiapkan tim pengawalan logistik di wilayah yang dianggap rawan," lanjut Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha) ini.

Selain hal-hal tersebut, perlu peningkatkan fungsi polisi. Termasuk partisipasi masyarakat yaitu dalam membantu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

"Yang tugas pokoknya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, ini sangat penting dan jadi prioritas karena keamanan dan ketertiban ini berdampak pada perekonomian dan keamanan nasional," demikian Azmi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya