Berita

Dirut BTN Pahala N Mansury memberikan penghargaan kepada developer di acara Developer Gathering di Jakarta, Selasa (10/3) malam/RMOL

Bisnis

Hadapi Ancaman Perlambatan Ekonomi, BTN Ajak Developer Bersinergi

RABU, 11 MARET 2020 | 09:29 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Menghadapi potensi perlambatan ekonomi akibat merebaknya virus Covid-19, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengajak para stakeholder sektor properti khususnya para developer untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi menjaga pertumbuhan sektor properti.

Ajakan tersebut disampaikan Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury saat membuka acara Developer Gathering dengan tema The Power of Synergy,- Kolaborasi yang produktif dan inovatif untuk menjadi yang terdepan di Jakarta, Selasa malam (10/3).

Dalam paparannya, Pahala menilai sektor properti dapat menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa-masa perlambatan ekonomi, karena sektor ini memberikan dampak terhadap 172 lebih sektor industri turunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


"Berkat dukungan dari para developer, kita bisa melalui kontraksi ekonomi yang terjadi sebelumnya karena itu peran para developer yang setia bermitra dengan Bank BTN layak diberi apresiasi dalam mendukung BTN khususnya dan mendorong laju pertumbuhan ekonomi," kata Pahala.

Sebagai bentuk dukungan kepada para developer, Bank BTN memberikan stimulus khusus kepada developer dengan rating tertentu yaitu berupa percepatan proses kredit dan relaksasi sejumlah syarat pengajuan kredit.

Penghargaan dan apresiasi khusus diberikan kepada sejumlah developer, khususnya yang bergerak di segmen perumahan non subsidi, baik dari jumlah penyalurannya maupun kualitas kreditnya.

Penghargaan tersebut diberikan untuk tiga kategori, pertama adalah developer dengan realisasi KPR online terbaik yang dimenangkan oleh PT. Arya Lingga Manik, PT. Bumi Arta Sedayu (Citra Swarna Group) dan PT. Bukit Sarua Development (Rura Graha Group). Developer tersebut berhasil mengoptimalkan situs www.btnproperti.co.id dalam merealisasikan KPR.

Kategori kedua adalah developer dengan KYG terbaik. Penghargaan untuk kategori tersebut diberikan kepada PT. PP Properti Tbk, Perum Perumnas, PT. Adhi Persada Properti. Apresiasi tersebut disematkan kepada developer yang memiliki kualitas & realisasi KYG yang baik.

Sementara kategori terakhir dan utama adalah penghargaan bagi pengembang dengan realisasi KPR tahun 2019 dengan nilai di atas Rp 100 miliar. Apresiasi tersebut diberikan kepada enam pengembang, yaitu ISPI Group, GAN Property, Duta Putra Group, Kalindo Group, PT. Arya Lingga Manik dan Perum Perumnas.

"Kami harapkan, para developer dapat terus bekerjasama dengan Bank BTN dan mengoptimalkan layanan maupun fasilitas perbankan yang dimiliki Bank BTN, tidak hanya Kredit Konstruksi, kredit modal kerja namun juga program BTN Solusi yang akan memberikan kemudahan bagi para developer dan karyawannya," kata Pahala.

Program BTN Solusi adalah program yang memberikan solusi bagi instansi atau lembaga untuk mengelola tabungan payroll/gaji dari karyawannya sekaligus memberikan beragam manfaat yang dapat mendukung kebutuhan finansial.

"Lewat program ini, kami juga mengharapkan Pengembang dapat mendukung sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menabung, khususnya untuk membeli rumah sesuai dengan tagline BTN- Ayo Punya Rumah dengan Bank Tabungan," kata Pahala.

Sinergi BTN dan Developer
Saat ini, lanjut Pahala, sektor properti kembali diuji setelah merebaknya kasus Covid -19 yang berpotensi memukul sejumlah sektor ekonomi Indonesia, seperti pariwisata, perdagangan dan investasi.

"Untuk itu, sesuai dengan tema acara ini The Power of Synergy, kita sama-sama wujudkan kolaborasi yang produktif dan inovasi untuk membantu pemerintah menjaga sektor properti tetap melaju, apalagi dengan banyaknya stimulus yang diberikan Pemerintah maupun regulator," tambah Pahala.

Pahala memaparkan, setidaknya ada dua faktor mengapa sektor properti dapat bertahan. Pertama adalah masih tingginya permintaan domestik untuk hunian, baik subsidi maupun non subsidi. Kedua, adalah kebijakan fiskal dan moneter yang pro sektor properti dari Pemerintah untuk mendorong ekonomi diantaranya relaksasi Loan To Value, penambahan anggaran subsidi dan kebijakan BI yang memangkas suku bunga acuan BI Rate untuk memberi stimulus perbaikan ekonomi.

"Saya yakin, kebijakan lain, baik fiskal maupun moneter untuk mengantisipasi dampak Covid -19 akan lebih banyak dan tepat sasaran. Untuk itu kita para stakeholder properti harus meningkatkan produktivitas dan inovasi dan terus memperkuat sinergi," katanya.

Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan KPR sekitar 8-10 persen ditopang oleh pertumbuhan KPR non Subsidi sekitar 13-15% Sementara untuk segmen KPR Subsidi, Bank berkode saham BBTN ini menargetkan pertumbuhan sekitar 3-5%.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya