Berita

Hidayat Nur Wahid/Net

Politik

Golkar Dan Nasdem Usul 7 Persen, Senior PKS: PT Parlemen 5 Persen Angka Rasional

SELASA, 10 MARET 2020 | 13:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

PKS memahami setiap partai politik memiliki hak untuk mengusulkan angka ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT). PKS setuju dengan kenaikan yang diusulkan Partai Golkar dan Partai Nasdem, namun jangan terlalu tinggi.

"Dan pada akhir nanti akan dibahas di DPR, tetapi PKS punya opsi yang lain. Kami setuju untuk dinaikkan, tetapi kalau 7 persen akan terlalu banyak rakyat yang tidak terwakili," ujar Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3).

Jika banyak rakyat tidak terwakili dengan PT parlemen yang tinggi, menurutnya nama DPR sebagai dewan perwakilan rakyat menjadi tidak tepat.


"Mengapa tidak terwakili karena akan terlalu banyak partai yang tidak mencapai, jangankan 7 persen 6 persen saja masih sulit," kata wakil ketua MPR ini.

Hidayat mengatakan, melihat fakta Pemilu 2019, yang mencapai 10 persen hanya tiga parpol yaitu PDI Perjuangan, Golkar dan Gerindra, selebihnya berada di bawah 10 persen.

Dia menyarankan agar elite politisi bijak dalam menentukan ambang batas parlemen, dan menegaskan kembali bahwa DPR adalah benar-benar lembaga wakil rakyat.

"Rakyat Indonesia itu terdiri dari begitu banyak, pluralitasnya, ragam suku ragam budaya, ragam afiliasi politik, ragam ormas. Jadi kalau pun naik saya setuju naik, tapi saya kira angka 5 persen itu sudah sangat rasional," demikian Hidayat.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya