Berita

Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Fahri Hamzah: Parliamentary Threshold Hanya Permainan Orang-orang Yang Merasa Menang

SELASA, 10 MARET 2020 | 12:37 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Golkar dan Partai Nasdem sepakat ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dinaikkan dari angka 4 persen menjadi 7 persen.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Partai Gelora, Fahri Hamzah menyampaikan kepada dua partai tersebut untuk memperbaiki pola pemilu di Indonesia.

"Ada baiknya sekarang permainan pemilu kita perbaiki secara total, yaitu mengantisipasi kesalahan-kesalahan yang berulang, dan mengakhiri pola permainan yang hanya bermain pada angka presentasi threshold," kata Fahri Hamzah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/3).


Mantan Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 ini mengatakan, ambang batas parlemen membuat pemilu tidak baik, dan merupakan permainan orang-orang yang percaya diri akan menang.

"PT tidak membuat pemilu kita tambah baik secara komprehensif, tapi hanya mengulang permainan orang-orang yang menang, atau merasa akan menang," ujar Fahri Hamzah.

Mantan politisi PKS ini memberi contoh, untuk memperbaiki pemilu dengan mengatur ketentuan yang ketat tentang data pemilih tetap.

"UU harus memaksa negara untuk memiliki identitas pemilih yang lebih bersih. Sehingga pemilih kita betul-betul merupakan orang yang ada, layak, dan terdaftar. Sesuai dengan daftar penduduk, yang seharusnya hari ini sudah berbasis kepada penduduk beridentitas tunggal atau single identity number," tutup Fahri Hamzah.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya