Berita

Dedi Kurnia Syah menilai Parliamentary Threshold akan berdampak buruk bagi demokrasi Indonesia/RMOLJabar

Politik

PT Jadi 7 Persen, Analis Politik: Bagus Untuk Golkar Dan Nasdem, Buruk Untuk Publik

SELASA, 10 MARET 2020 | 10:12 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Golkar dan Nasdem sepakat mengusulkan Parliamentary Threshold (PT) atau ambang batas parlemen naik menjadi 7 persen. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kompetisi dan memilih kader terbaik partai. Namun, usulan tersebut dinilai akan membunuh partai-partai kecil.

“Mereka sedang berhitung seberapa cepat ancaman Parpol baru akan menyusul. Sehingga upaya menaikkan ambang batas diyakini bisa lambatkan laju parpol baru,” ujar analis politik dari Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/3).

Menurut Dedi Kurnia, dengan kondisi partisipasi pemilih yang hanya di kisaran 60-an persen dan ada 9 partai politik di parlemen, jelas membuat Golkar dan Nasdem tidak bisa maksimal meraih suara.


“Untuk itu, 7 persen akan sangat memberatkan,” katanya.

Usulan PT di angka 7 persen, kata Dedi Kurnia, bagus untuk kompetisi dua partai tersebut. Namun akan menjadi buruk bagi demokrasi di Indonesia.

“Tendensi ini bagus untuk kompetisi Golkar dan Nasdem, tetapi buruk bagi publik. Karena mengurangi pilihan yang beragam. Tentu hanya ada parpol besar akan menghadirkan pilihan yang ringkas pula dalam Pilpres,” urainya.

Dedi Kurnia juga berhadap dalam Pilpres mendatang tidak ada calon tunggal, sebagai lanjutan dari usulan ambang batas parlemen 7 persen ini.

“Jangan sampai hanya ada kandidat tunggal, bisa jadi pintu masuk hilangnya Pilpres secara langsung,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya