Berita

Ridwan Bae/Net

Politik

Kualitas Warning System Tsunami Jangan Dianggap Enteng

SENIN, 09 MARET 2020 | 20:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pengadaan alat Tsunami Early Warning System di Indonesia (Ina-TEWS) tidak dianggap enteng. Kualitas TEWS harus bisa dipastikan dengan benar karena alat ini menyangkut hajat hidup orang banyak.

Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae mendesak kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) betul-betul menggunakan alat itu sesuai aturan dan mengutamakan kualitas.

“Alat-alatnya harus berkualitas. Komisi V mengimbau agar BMKG melalui pemerintah. Bahkan, kita minta kepada bapak Presiden Jokowi agar alat-alatnya up to date semua,” ujarnya kepada wartawan, Senin (9/3).


Ridwan mengurai bahwa sistem peringatan dini tsunami komprehensif, yang di dalamnya telah diterapkan teknologi baru yang dikenal dengan decision support system itu sangat penting. Ini lantaran alat tersebut memiliki peranan penting dalam mitigasi bencana tsunami.

Dia menggarisbawahi agar salah satu komponen penting dalam Ina-TEWS ada, yaitu Central Hub. Central Hub merupakan salah satu rangkaian dari sistem teknologi untuk mengetahui magnitudo gempa bumi yang berkaitan dengan tsunami.

“Artinya, kehadiran alat ini sangat membantu masyarakat untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar meminimalisir dampak yang tidak diinginkan,” tutup politisi Golkar itu.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya