Berita

Ali Ngabalin/Net

Politik

Bantah Menolak Ahok Karena Benci, Mujahid 212: Ali Ngabalin Seperti Dukun

SENIN, 09 MARET 2020 | 17:26 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin yang menyebut bahwa penolakan Basuki Tjahaja Purnama sebagai kepala otoritas Ibukota Negara (IKN) baru didasarkan kebencian, menuai kritik.

Baca: Ahok Ditolak Jadi Kepala Otoritas IKN, Ali Ngabalin: Islam Melarang Karena Kebencian Memperlakukan Orang Secara Tidak Adil

Mujahid 212 yang menjadi kelompok paling kritis pada pernyataan Ali Ngabalin. Hal itu lantaran mereka merupakan kelompok yang tegas menolak Ahok.


Mujahid 212 yang juga Sekretaris Koordinator Laporan Bela Islam (Korlabi), Novel Bamukmin menilai Ali Ngabalin layaknya dukun saat menyebut dasar penolakan Ahok adalah rasa kebencian. Sebab, politisi Golkar tesebut sudah memvonis orang yang menolak Ahok karena benci.

"Si Ali ini sudah seperti dukun atau memang sudah jadi dukun. Masalah benci atau tidak bencinya seseorang itu adalah masalah hati dan masalah hati itu adalah urusannya Allah bukan urusan manusia," jelas Novel kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (9/3)

Menurutnya, kelompok 212 menolak Ahok lantaran beragam masalah yang dilakukan Ahok sudah nyata. Salah satunya penistaan agama yang sudah mendapat vonis dari pengadilan. Belum lagi dugaan kasus korupsi semasa memimpin DKI.

"Masalah Ahok itu sudah terhukumi dengan zohir bukan dengan batin. Telah jelas zohirnya atau ucapannya menghina Islam dan itu sudah divonis,” terangnya.

"Jadi jelas (Ali) Ngabalin mempertontonkan kebodohannya,” demikian Novel.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya