Berita

Walikota Rimsa saat dartangi acara Harlah NU/Istimewa

Politik

Hadiri Harlah Ke-97 NU, Risma Pamit Dan Titip Anak-anak Surabaya

SENIN, 09 MARET 2020 | 10:56 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Walikota Surabaya Tri Rismaharini sangat peduli dengan masa depan anak-anak. Karena itulah dia sempat menitipkan perkembangan anak-anak Surabaya kepada Nahdlatul Ulama untuk dididik dengan baik.

Pernyataan ini disampaikan Risma saat menghadiri pengajian akbar dalam rangka Peringatan Hari Lahir Nadlatul Ulama (NU) ke-97 dan Madrasah Kader Nadlatul Ulama (MKNU) XXXIIdi halaman Aula Bir Ali Asrama Haji, Sukolilo Surabaya, Sabtu malam (7/3).

Turut hadir dalam acara ini, Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU M Nuh, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Ketua PCNU Kota Surabaya KH Ahmad Muhibbin Suhri, Eri Cahyadi selaku Dewan Penasihat GP Ansor Surabaya, hingga ratusan anggota MKNU.


Di hadapan ratusan anggota PCNU Kota Surabaya, Walikota Risma bercerita suka dukanya saat dahulu menutup lokalisasi Jarak-Dolly. Meski awalnya sempat dicibir, namun kini ia justru dielu-elukan.

“Berat sekali saat itu, banyak sekali gangguan saat membubarkan tempat itu. Tiap malam halaman rumah selalu ada ular, tapi saya kuat. Sekarang Bapak-bapak kalau lewat sana sudah enggak ada gangguan lagi,” kata Risma dalam keterangan resmi yang diterima Kantor Berita RMOLJatim, Senin (9/3).

Selain itu, Risma juga berpamitan dan menitipkan anak-anak Surabaya kepada anggota PCNU dan MKNU Kota Surabaya. Sebab, pada Februari tahun depan, ia akan purna tugas.

“Pada Bulan Februari Tahun depan, jabatan saya habis. Saya titip untuk anak-anak Surabaya, agar bisa dirangkul, agar tidak terjerumus,” lanjut Risma yang sudah 2 kali terpilih sebagai Walikota Surabaya itu.

Dalam kesempatan itu, walikota perempuan pertama di Surabaya ini juga berpesan kepada anggota PCNU dan MKNU Surabaya, untuk memperkuat pendidikan-pendidikan agama, khsususnya di Masjid-masjid.

Sehingga nantinya generasi muda yang ada di Surabaya, bisa berbudi luhur, dan berdampak positif bagi perkembangan anak-anak di Surabaya.

“Kemarin itu saya ngobrol dengan beberapa anak, tiba-tiba ada yang marah-marah. Saya tanya ke orang Satpol PP, kenapa dia? Enggak tahunya anak itu mabuk. Makanya, saya titipkan mereka ke anggota NU, agar bisa mendidik mereka, melalui pendidikan agama, terutama di Masjid-masjid,” ungkapnya.

Maka dari itu, Risma berharap, agar kerja sama antara pemerintah dan seluruh organisasi yang ada, khususnya NU ini bisa terus terjalin dengan baik.

Hal ini bisa dilihat dari perkembangan Kota Surabaya yang kondisinya lebih kondusif dibanding daerah lain.

“Jadi banyak sekali kerja sama yang sudah kami lakukan antara pemerintah dengan NU ini. Sehingga kita lihat perkembangan Surabaya ini jauh dari pergesekan-pergesekan antarumat. Kondisinya sangat stabil dibandingkan daerah lain,” katanya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Surabaya, KH. Ahmad Muhibbin Zuhri menyampaikan, selama ini kerja sama yang terjalin antara ulama dan umaro di Surabaya berjalan begitu baik.

Dia berharap, ke depan kerja sama ini bisa terus terjalin untuk kemaslahatan umat, khususnya warga Kota Surabaya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para Kyai, para Ulama, Tokoh Masyarakat, Ibu Walikota, semua jajaran Forkopimda dan semua pihak yang telah mendukung. Selama ini telah bekerja sama dengan baik dalam upaya mewujudkan kemaslahatan masyarakat Nahdliyin khususnya dan masyarakat Surabaya pada umumnya,” kata dia.

Pihaknya berharap, Nahdlatul Ulama (NU) yang dilahirkan di Kota Surabaya ini ke depan bisa menjadi pionir bagi kemajuan khidmat dan kemanfaatan jamiyah untuk Bangsa dan Negara Republik Indonesia, khususnya masyarakat Surabaya.

“Bagaimana NU ini bisa berpikir kreatif, cerdas, dan progresif, berkolaborasi semuanya untuk kemajuan Surabaya. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih kepada semuanya yang telah bekerja sama dengan baik,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya