Berita

Didi Irawadi Syamsuddin/Net

Politik

Didi Irawadi: Pak Jokowi, Pikirkan Ancaman Resesi Karena Imbas Corona

SENIN, 09 MARET 2020 | 09:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Demokrat mengkritisi janji manis Presiden Joko Widodo yang menargetkan tahun 2024 tidak ada lagi orang miskin ekstrem di Indonesia alias 0 persen.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan saat ini rakyat Indonesia sudah semakin cerdas. Sehingga janji tersebut akan dikenang rakyat baik terlaksana maupun tidak.

Anggota DPR RI ini menyarankan agar Presiden Jokowi memikirkan hal lain yang saat ini lebih urgen, dibanding janji manis kemiskinan 0 persen yang mustahil terlaksana.


"Lebih baik yang terhormat Pak Jokowi pikirkan ancaman resesi yang kian dekat anatar lain karena imbas virus corona," ucap Didi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (9/3).

Pemerintah juga harus membuat program pembangunan yang lebih adil sehingga tercapai pemerataan kesejahteraan, dan jurang kesenjangan kian berkurang.

"Apalagi hingga hari ini ekonomi Indonesia masih dikuasai sekelompok kecil orang atau konglomerat, yang menguasai mayoritas kekayaan bangsa ini," paparnya.

"Sisa sekitar 4 tahun ke depan hemat saya perkuatlah UMKM. Agar kesejahteraan makin merata, dan daya tahan ekonomi tetap kuat," tambah Didi menyarankan.

Ancaman resesi, lanjut Didi, pasti akan menghantui Indonesia. Sehingga pemerintah harus memiliki program atau kebijakan yang dapat menyelamatkan perekonomian Indonesia.

"Bagaimanapun jika benar resesi terjadi. Maka kalangan menengah ke bawah yang terdampak dan yang paling menderita," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya