Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jaminan Kesehatan Saja Masih Berantakan, Gimana Mau Kemiskinan 0 Persen

SENIN, 09 MARET 2020 | 07:15 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Target kemiskinan menjadi 0 persen pada 2024 yang didengungkan Presiden Joko Widodo dinilai tidak akan terjadi. Ini lantaran pemerintah masih belum mampu mengangkat kualitas hidup rakyat Indonesia.

Begitu kata analis politik Universitas Islam Indonesia (UII), Geradi Yudhistira saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (9/3).

"Kemiskinan 0 persen itu tidak mungkin ada, karena di Indonesia kemiskinan itu struktural, beberapa hasil dari diskriminasi golongan entah etnis, agama atau bahkan orang miskin itu sendiri," ujarnya.


Terlepas dari itu, Geradi mengatakan bahwa kemiskinan itu tetap ada di sebuah negara maju sekalipun. Bagi negara maju, yang dilakukan pemerintah adalah mengupayakan peningkatan kualitas hidup rakyatnya.

Hal ini tentu berbeda dengan di Indonesia. Di mana upaya dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat tidak dilakukan secara maksimal. Bahkan, kata dia, masih banyak persoalan mengenai pelayanan publik yang belum mampu diatasi dengan baik.

“Program jaminan kesejahteraan seperti kesehatan saja masih berantakan. Apalagi ditambah diskriminasi yang masih terjadi di negara kita," terang Geradi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya