Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Ali Rif'an: Target Jokowi Kemiskinan Ekstrem Nol Di Tahun 2024 Untuk Bangun Optimisme Publik

SABTU, 07 MARET 2020 | 14:46 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo menargetkan  pada tahun 2024 sudah tidak ada lagi kemiskinan ekstrem di Indonesia. Sebagian kalangan menganggap target Jokowi seperti ngibul, alasannya kondisi ekonomi domestik dan internasional sedang dalam keadaan lesu.

Pengamat politik yang juga Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an mengatakan, sah-sah saja Jokowi memiliki target memberantas kemiskinan ekstrem. Ia melihat pernyataan Jokowi merupakan upaya membangun optimisme publik di tengah kondisi ekonomi yang sedang kurang bergairah.

"Boleh saja Jokowi punya target itu, kalau saya melihat itu upaya membangun optimisme publik," kata Ali kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (7/3).


Meski demikian, Ali meminta Jokowi juga menindaklanjuti dengan berbagai langkah strategis untuk mencapai itu. Salah satunya menurut Ali adalah segera menyelesaikan Omnibus Law Rancangan Undang Undang Cipta Kerja.

"Bisa jadi Omnibus Law salah satu cara untuk menghapus kemiskinan ekstrem, kalau kita lihat substansi RUU Ciptaker kan salah satunya mempermudah perizinan. Dampaknya investasi dan muaranya terciptanya lapangan kerja, efeknya pendapatan per kapita masyarakat akan meningkat pula," kata Ali.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya