Berita

Sandiaga Uno/RMOL

Politik

Banyak Yang Menolak, Sandiaga Uno Minta Pemerintah Dan DPR Tidak Buru-buru Sahkan RUU Cipta Kerja

SABTU, 07 MARET 2020 | 14:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah bersama DPR diminta agar tidak terburu-buru dalam mengesahkan RUU Cipta Kerja dengan sistem omnibus law seiring masifnya penolakan dari berbagai lapisan masyarakat.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno kepada wartawan di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (7/3).

"Saya baru lagi baca 1.000 lembar omnibus law dan ada 5 klaster utama utama yang menurut saya, pemerintah dan DPR harus duduk bersama dan jelaskan kepada masyarakat," kata Sandiaga Uno.


Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menilai seiring masifnya penolakan dari berbagai elemen masyarakat terhadap RUU Ciptaker ini setidaknya ada beberapa catatan serius dalam draft RUU yang disebut sapu jagat itu.

"Pertama mengenai kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja buruh, dampaknya seperti apa? Kedua, ada kekhawatiran bahwa kebijakan-kebijakan lingkungan hidup kita terlalu di relaksasi dengan adanya omnibus law ini," ujarnya.

Kemudian, ada kekhawatiran sentralisasi kewenangan pusat dan daerah dalam RUU tersebut.

"Nah ini yang harus kita jelaskan kepada publik," singkatnya.

Lebih lanjut, Sandiaga Uno juga menilai ada potensi masalah serius perlindungan hak paten usaha yang juga mesti diperhatikan oleh pemerintah dalam membuat RUU Ciptaker.

"Mengenai perlindungan terhadap hak paten, sertifikasi, ini juga harus dipastikan kita tidak menghadirkan satu undang-undang yang akhirnya menggerus hak-hak pemegang paten. Kita ingin bawa dengan omnibus law ini justru ada perbaikan is of doing bisnis yang tadinya kita dilihat di level 70 harus masuk ke 40 besar," pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya