Berita

Ansyaad Mbai/RMOL

Politik

Mantan Kepala BNPT: Virus Radikalisme Jauh Lebih Berbahaya Dari Corona

SABTU, 07 MARET 2020 | 11:57 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Penyebaran virus corona alias Covid-19 tidak lebih berbahaya dibanding dengan virus radikalisme yang menyebar di Indonesia. Akibat wabah corona jelas angka dan korbanya, sementara virus radikalisme tidak.

Begitu pandangan mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai dalam diskusi polemik bertajuk "WNI ISIS Dipulangkan atau Dilupakan", di Ibis Tamarin Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3).

"Sikap pemerintah sudah jelas dan kita harus dukung. Ya menurut saya lebih berbahaya virus ISIS radikal ini daripada virus corona," kata Ansyaad.


Pensiunan jenderal bintang dua Polri ini membeberkan, ada tiga hal pokok sumber munculnya radikalisme yakni adanya kelompok yang mengklaim kebenaran agama tertentu yang mana kebenaran beragama hanya dilakukan oleh kelompoknya.

"Hanya pemahaman kelompoknya yang benar dan yang lain kafir," ujarnya.

Kemudian kedua, ada kelompok yang merasa paling paham dengan doktrin-doktrin agama yang bersumber dari Al-Quran dan Hadist, lagi-lagi, kata Mbai, jika kelompok lain tidak sepaham dengan tafsir mereka maka disalahkan dianggap musrik atau kafir.

Yang ketiga kelompok yang merasa memiliki otoritas untuk menghakimi pemahaman orang lain dengan mengatasnamakan Tuhan. Ansyaad memberi gambaran, seperti halnya yang dilakukan oleh kelompom ISIS dengan segala tindakan mereka selama ini.

"Contohnya membakar rusak barang orang, lihat ISIS dia gali lubang untuk kuburan masal membantai siapa saja yang tidak sepaham dengan mereka," pungkas Ansyaad.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya