Berita

Raja Salman/Net

Politik

Adik Raja Salman Dan Mantan Putra Mahkota Ditangkap Kerajaan Arab, Ada Apa?

SABTU, 07 MARET 2020 | 10:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Aparat keamanan Kerajaan Arab Saudi menangkap tiga anggota senior keluarga kerajaan. Penangkapan ketiga bangsawan senior Arab Saudi ini atas perintah Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MbS).

Yang ditangkap itu adalah adik Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud yaitu Pangeran Ahmed bin Abdulaziz. Lalu mantan putra mahkota, Mohammad bin Nayef. Serta yang ketiga adalah saudara laki-laki Mohammad bin Nayef, yaitu Pangeran Nawaf bin Nayef.

Namun, hingga saat ini masih belum jelas alasan penangkapan mereka.


Muncul spekulasi bahwa penangkapan ketiga bangsawan senior itu terkait dengan ketidakpuasan yang tumbuh di antara para bangsawan terhadap aturan sewenang-wenang Putra Mahkota MbS, karena beberapa anggota keluarga penguasa dan elite bisnis Arab Saudi telah menyatakan frustrasi di masa lalu, melansir New York Times, Sabtu (7/3).

Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MbS) sudah dipandang sebagai penguasa de facto Kerjaan Arab Saudi. Dialah yang mengendalikan semua tuas utama pemerintahan, dari pertahanan hingga ekonomi.

Dengan kekuasaan itulah, MbS leluasa menyingkirkan jejak pertikaian internal sebelum transfer resmi kekuasaan dari ayahnya suatu saat nanti.

Pada September tahun lalu pihak berwenang Arab Saudi menangkap sekitar puluhan orang, termasuk ulama berpengaruh, dalam apa yang dikecam aktivis sebagai tindakan keras terkoordinasi.

Seorang anggota elite Saudi yang memiliki koneksi dengan kerajaan mengatakan "Ada banyak kebencian tentang kepemimpinan putra mahkota," katanya.

Sumber itu menambahkan bahwa beberapa orang di lingkaran elite mengatakan mereka "tidak percaya" pada putra mahkota, sebuah pernyataan yang digemakan oleh empat sumber lainnya dan diplomat senior.

Penangkapan dan penahanan ketiga bangsawan senior Saudi itu diungkapkan pada hari Jumat oleh anggota keluarga kerajaan dan seseorang yang dekat dengan keluarga kerajaan. Mereka berbicara dengan syarat anonim karena ada bahaya jika berbicara di depan umum tentang putra mahkota.

Seorang mantan pejabat senior Amerika juga mengonfirmasi penahanan tersebut.

Adik Raja Salman; Pangeran Ahmed bin Abdulaziz, selama beberapa waktu terakhir dikenal sebagai sosok harapan besar anggota keluarga dan kritikus lain yang bisa menghalangi Putra Mahkota MbS untuk naik takhta.

Sedangkan mantan putra mahkota Mohammad bin Nayef merupakan mantan menteri dalam negeri yang mengembangkan hubungan dekat dengan agen-agen intelijen Amerika selama bertahun-tahun. Dia disingkirkan dari kedua peran itu oleh Putra Mahkota MbS pada tahun 2017 dan dia secara efektif berada di bawah tahanan rumah sejak saat itu.

Penahanan itu tidak diumumkan oleh pemerintah Arab Saudi. Seorang pejabat Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington menolak berkomentar.

Pangeran Ahmed pernah terlihat menentang Putra Mahkota MbS pada tahun 2018 ketika ia disapa oleh pengunjuk rasa di London yang meneriakkan penentangan terhadap perang Arab Saudi di Yaman.

Tetapi Pangeran Ahmed kala itu dengan cepat menjelaskan bahwa dia tidak berniat untuk menentang MbS. Dia mengatakan komentarnya terhadap para demonstran di London telah disalahtafsirkan, dan sejak saat itu dia menjaga hubungan yang hangat dengan keponakannya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya