Berita

Ketua DPD LaNyalla Mattalitti bersama Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jangan Panik, Tingkatkan Solidaritas Dan Percayakan Penanganan Corona Kepada Pemerintah

KAMIS, 05 MARET 2020 | 23:24 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Di tengah merebaknya virus Corona (Covid 19) yang telah menjangkiti banyak negara termasuk Indonesia, serta lesunya perekonomian dunia, maka seluruh anak bangsa memerlukan kekompakan, kerukunan, dan solidaritas agar dapat melewati semua masalah tersebut dengan aman dan selamat.

Demikian disampaikan Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti ketika menanggapi beberapa kasus penyerangan terhadap tempat ibadah yang masih terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini.

LaNyalla mengkatakan, virus Corona yang kini merebak di lebih dari 50 negara termasuk Indonesia dimana ada dua WNI yang masih dalam pemantauan khusus telah menambah beban pikiran penyelenggara negara, karena itu jangan ada lagi masalah lainnya di masyarakat yang dapat semakin memperkeruh keadaan.


LaNyalla mengungkapkan keprihatinannya terhadap tersendatnya kegiatan renovasi Gereja Katolik Santo Joseph Tanjung Balai Karimun yang meskipun pembangunannya sudah mendapat semua izin yang dipersyaratkan Pemda setempat ternyata masih juga dihentikan oleh oknum-oknum yang bermain politik dengan menggiring masyarakat untuk berdemo dan menuntut agar semua izin dimaksud dicabut oleh Pemda.

"Negara harus hadir dengan jalan memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi semua warganya, terlepas dari latar belakang suku, agama, dan budaya, sebab UUD 1945 menjamin kebebasan setiap warga negara untuk beribadah menurut keyakinannya masing-masing," tegas dia.

"Negara tak boleh tunduk pada tekanan massa yang secara tak adil memaksakan kehendak dan tak mengindahkan hukum, sebab Indonesia adalah negara hukum dimana setiap warganya sama kedudukannya di depan hukum," imbuhnya menambahkan.

LaNyalla juga menyoroti kasus perusakan mushala di Perum Agape Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada 26 Januari silam oleh dua kelompok masyarakat yang mengklaim dirinya sebagai anggota Brigade Yoshua dan Brigade Manguni.

"Kasus penyerangan terhadap tempat ibadah agama manapun tidak dibenarkan dan patut dikecam oleh semua warga bangsa yang mencintai tegaknya NKRI, Pancasila, dan UUD 1945," tegas dia.

"Tindakan-tindakan tak beradab semacam itu tak boleh terulang lagi. Oleh sebab itu maka aparat Pemda, aparat Kepolisian, serta Forum Komunikasi Antarumat Beragama perlu meningkatkan kewaspadaan untuk memonitor semua gejolak serta potensi gangguan keamanan di semua daerah di Indonesia," imbuhnya.

Masih dijelaskan LaNyalla, semua perbedaan di masyarakat, baik itu perbedaan etnis maupun agama adalah kehendak dan anugerah Tuhan, oleh karena itu meski disikapi sebagai sumber kekuatan dan kekayaan budaya bangsa, bukan alasan untuk memecah-belah bangsa ini, sebab Indonesia membutuhkan keamanan dan kekompakan untuk menyongsong masa depan.

"Keamanan Indonesia merupakan gabungan dari kondisi aman dan tenteram di semua wilayah di Tanah Air. Gangguan keamanan terhadap satu daerah di negeri ini merupakan gangguan keamanan terhadap seluruh wilayah NKRI. Karena itu pemerintah dan semua aparatur negara harus meningkatkan kewaspadannya guna mencegah terjadinya ledakan instabilitas di daerah manapun di negeri ini," ucap LaNyalla.

Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi pengumuman pemerintah tentang adanya sejumlah warga masyarakat yang telah terjangkit virus Corona, sebab pemerintah dan penyelenggara negara lainnya akan senantiasa bekerja keras untuk mengatasinya.

"Warga masyarakat diminta agar memercayakan penanganan masalah ini kepada institusi-institusi negara yang kini sedang giat meresponi gejala Corona ini, dan menaati arahan yang telah disampaikan oleh pejabat-pejabat yang berwewenang," demikian LaNyalla.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya